BATAM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi perintahkan tiga SMP negeri di Kecamatan Bengkong menambah rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran baru 2020/2021.
Tujuannya untuk menampung calon siswa yang tertolak dari sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) daring karena alasan jarak. Adapun tiga SMP yang berlokasi di Kecamatan Bengkong yaitu SMPN 4, SMPN 30, dan SMPN 62.
“PPDB untuk SMP ini sudah selesai minggu lalu, tapi masih banyak yang tak tertampung. Kondisi ekonomi masyarakat sekarang masih susah. Maka kita ambil kebijakan agar sekolah bisa menerima mereka. Rombel akan ditambah, anak akan diterima. Tapi karena ada batas kemampuan sekolah, maka akan dipecah,” tutur Rudi usai pertemuan dengan orang tua calon murid SMP Kecamatan Bengkong di SMPN 4, Rabu (8/7/2020).
Selain menambah rombel, Rudi juga perintahkan sekolah untuk memaksimalkan jumlah siswa per rombel. Sehingga jumlah siswa yang tertampung bisa semakin banyak.
“Kepala sekolah sudah siap. Jadi hari ini Bapak Ibu sudah bisa pulang dengan tenang. Meskipun Covid-19, anak Bapak Ibu bisa masuk negeri. Dan terkait seragam, saya sudah sampaikan ke sekolah-sekolah, agar bagi yang tidak mampu tak perlu pakai seragam baru dulu. Tapi kalau mampu silakan,” ujarnya.
Setelah pertemuan, orang tua dipersilakan bubar. Berdasarkan pengumuman yang disampaikan pihak sekolah, nantinya orang tua akan dihubungi satu per satu. Informasi mengenai anaknya diterima di sekolah mana, akan disampaikan melalui telepon.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan dari data di sistem PPDB daring, terdapat 356 calon siswa SMP negeri di Bengkong yang tak terakomodir. Namun jumlah tersebut belum dikurangi calon siswa yang mungkin sudah mendaftar ke sekolah swasta.
“Dari 356 itu mungkin ada yang sudah beralih ke sekolah swasta. Kita belum tahu, itu yang belum terdata di kita. Tapi atas kebijakan Pak Wali, diupayakan bisa diterima semua. Namun dengan catatan, jangan pilih-pilih sekolah tertentu. Pokoknya anak sekolah, di sekolah negeri,” kata Hendri.
Adapun dari hasil pembahasan bersama kepala sekolah, total ada tambahan enam rombel baru di tiga SMP tersebut. Rinciannya yaitu SMPN 4 akan menambah satu rombel, SMPN 30 bisa tambah dua rombel, dan SMPN 62 tambah tiga rombel.
“Tambahannya enam rombel, tiap rombel 40 siswa, berarti bisa menampung 240 siswa. Kemudian rombel yang sudah ada sebelumnya juga dimaksimalkan,” ujarnya.
Hendiri merinci di SMPN 4 membuka sembilan rombel di luar rombel tambahan. Tiap rombel tadinya berisi 36 dimaksimalkan menjadi 40 siswa. Berarti ada tambahan 36 siswa. Kemudian di SMPN 30 membuka delapan rombel. Dengan memaksimalkan jumlah siswa, artinya bisa menambah 32 siswa.
“Insya Allah semua bisa terakomodir, dengan catatan tidak memilih sekolah,” tegasnya.
Atas kebijakan dari Wali Kota Batam tersebut, orang tua calon siswa pun mengaku lega. “Alhamdulillah anak kami bisa diterima,” tutur warga Bengkong Swadebi yang mendaftarkan anaknya ke SMPN 30.(red)
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
This website uses cookies.