Categories: BATAMPERISTIWA

Tanah Timbunan Amblas, Puluhan Rumah Warga Baloi Kolam Rusak Parah

BATAM – Tanah timbunan milik PT. GMU yang berada di Belakang Edukits, Sungai Panas amblas, pada Sabtu (29/8/2020) siang. Akibatnya puluhan rumah warga Baloi Kolam, RT 08, 06 dan 01 RW 16 mengalami rusak parah.

Rere, salah satu warga Baloi Kolam mengatakan, amblasnya tanah timbunan tersebut mengakibatkan perabotan rumahnya tidak ada yang bisa dipakai lagi karena semuanya tertimbun oleh tanah.

“Rumah dan barang-barang semuanya tidak bisa digunakan lagi akibat imbas dari amblasnya tanah tersebut. Alat-alat listrik yang buat kerja semuanya kena, pokoknya tidak ada barang yang tersisa satupun,”ujarnya.

Kondisi Rumah Warga

Ia mengaku terpaksa memilih barang-barang yang tersisa yang bisa digunakan untuk diselamatkan.

“Saya juga bingung nanti malam mau tidur dimana, karena rumah rusak berat seperti itu,” ujarnya.

Kondisi Rumah Warga

Rika Sumanto warga lainnya, mengatakan dampak dari amblasnya tanah tersebut membuat dirinya tidak bisa bekerja lagi sebagai penjahit dikarenakan mesin jahit miliknya rusak akibat terendam banjir dan lumpur.

“Kalau saya tidak tahu lagi mau bagaimana, saya ini bekerja sebagai penjahit rumahan. Mesinnya itu dari perusahaan kalau rusak begini saya kerja bagaimana mana? Terus perusahaan juga tidak mau tahu kalau mesin rusak begini, saya juga harus ganti rugi,” bebernya.

Ketua RT 08 Baloi Kolam, Irenius mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada saat terjadi hujan deras di wilayah Batam pada pukul 12.00 WIB.

“Kejadiannya siang tadi sekitar jam 12.00 WIB ketika curah hujan sedang lebat-lebatnya,” ujar Iren.

Kata dia, amblasnya tanah milik PT. GMU tentunya sangat merugikan masyarakat yang ada disekitar. Pasalnya dampak dari kejadian tersebut kolam-kolam warga sekitar yang menjadi mata pencarian terkena imbasnya.

“Kami minta kepada pihak perusahaan untuk sementara ini jangan dulu bergerak (melanjutkan pekerjaan) sebelum masalah ini diselesaikan. Karena ini menyangkut keamanan masyarakat sekitar,”tegasnya.

Kolam milik warga

Ia juga mendesak pihak PT. GMU untuk membuat sebuah jalan dan pembatas lahan seperti batu miring di lokasi penimbunan lahan tersebut.

“Hal ini supaya kejadian seperti ini tidak terjadi kembali lagi,” ujarnya.

Iren juga membeberkan, penimbunan lahan oleh PT. GMU ini sudah hampir sebulan berjalan di lokasi tersebut.

“Perusahaan ini sudah melakukan aktivitas penimbunan ini sudah hampir sebulan dilokasi ini,” jelasnya.

Ia mengaku, kerugian warga akibat amblasnya tanah timbunan dari perusahaan tersebut mencapai puluhan juta rupiah.

“Kerugian dari amblasnya tanah ini kami taksir mencapai puluhan juta rupiah lah,”pungkasnya.

Dari pantauan Swarakepri dilokasi Sabtu sore, setidaknya ada 3 rumah yang ambruk dan puluhan rumah lainnya terendam banjir yang disertai bebatuan dan lumpur dilokasi tersebut.

Saat berita ini diunggah, tim SwaraKepri masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan.

(Shafix)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Dju Seng Jelaskan Soal Izin Lahan di Tanjung Gundap Batam

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

1 jam ago

KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…

3 jam ago

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

6 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

8 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

8 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

8 jam ago

This website uses cookies.