Categories: BATAM

Tembok Pollux Habibie Roboh, Dua Rumah Milik Tokoh Sentral Gerindra Ikut Terdampak

BATAM – Ambruknya tembok pembatas dari proyek Pollux Habibie ke pemukiman warga Citra Batam, Batam Center mengakibatkan beberapa rumah rusak. Alhasil, warga pun meminta adanya tanggung jawab kontruksi dari pihak bersangkutan.

Setelah ditelusuri, dua rumah yang ikut terdampak ternyata bukanlah milik orang sembarangan. Bahkan salah satunya diketahui adalah rumah milik seorang anggota DPRD Provinsi Kepri.

Rumah yang berada di blok D 153 merupakan milik anggota DPRD Kepri, Nyanyang Harris Pratamura, sedangkan rumah di blok D 154 milik Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Gerindra Kota Batam, Edi Fitria.

“Iya saya memang Ketua Bappilu Gerindra, nah biar tahu rumah sebelah punya orang Gerindra juga, milik Pak Nyanyang Harris Pratamura, anggota DPRD Kepri,” ungkap Edi Fitria, Sabtu (1/2/2020).

Baca Juga: Tembok Pembatas Pollux Habibie Roboh, DPRD Minta Pembangunan Dihentikan Sementara

Kedua rumah milik sosok sentral Gerindra di Kepri itu pun masuk kategori terkena dampak paling parah, sebab posisinya yang memang berhadapan langsung dengan pagar pembatas. Kerugian yang diklaim juga bukan main-main, sekitar Rp200 juta untuk satu rumah. Nominal itu didapat setelah Edi Fitria merinci satu persatu barang berhargannya yang rusak.

“Rumah blok D 153 milik Nyanyang saya sewa untuk dijadikan gudang alat-alat proyek. Saya ini kebetulan juga kontraktor,” kata Edi.

“Kalau Nyanyang udah datang juga kemarin, jelas kecewa sekali. Cuman kalau kerugian dia paling bagian depan sama bangunan dalam rumah. Malah rugian saya, semua alat proyek di situ hancur,” timpalnya.

Baca Juga: Tembok Proyek Pollux Habibie Jebol, Warga Citra Batam Ini Mengaku Rugi Rp 400 Juta

Dijelaskan Edi seluruh petinggi Partai Gerindra di Kepri sudah datang meilhat kondisi yang dialaminya. Kecuali Iman Setiawan selaku Ketua DPD Gerindra yang memang kebetulan sedang di luar kota.

“Anggota dewan dari Gerindra sudah datang semua. Tanggapannya sama dengan saya, proyek besar seperti ini bangun tembok saja nggak becus,” ujarnya.

Lanjutnya, warga sendiri sebenarnya sudah lama tidak terima berdirinya bangunan ataupun tembok Pollux Habibie, karena kerusakan dikhawatirkan berdampak ke rumah warga.

Bahkan kata dia, banyak warga yang sudah melaporkan hal ini ke managemen sebelumnya. Dia sendiri saja, baru satu bulan kemarin melaporkannya melalui perangkat setempat.

“Iya temboknya bocor ada air merembes, dan kalau hujan banjir. Selain itu banyak juga rumah yang retak-retak akibat paku bumi dari Pollux ini, itu seperti kasus Perumahan Litvia contohnya,” kata dia.

Diterangkannya, sampai kini belum ada kesepakatan yang jelas terkait adanya kompensasi atau ganti rugi. Pihak Pollux masih sebatas mendata dan belum memberi keputuasan berapa nominal yang akan diganti.

“Iya sekarang kita ikuti saja dulu, apakah sesuai atau tidak. Kalau tidak sesuai jelas akan kita tuntut,” pungkasnya.

 

 

(Elang)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bring The Fit & Wellness Experience in Hublife

Hublife menghadirkan berbagai pilihan tenant yang mendukung gaya hidup fit & wellness, mulai dari olahraga,…

1 menit ago

Kementerian Perdagangan Dorong Pelaku Usaha Jawa Timur Perluas Pasar Ekspor melalui Trade Expo Indonesia Ke-41 Tahun 2026

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan…

7 menit ago

Cara Membagi Tabungan Berdasarkan Tujuan Keuangan agar Lebih Mudah Tercapai

Memiliki tabungan memang penting, tetapi membagi tabungan berdasarkan tujuan keuangan dapat membantu mengelola uang dengan…

51 menit ago

Saatnya Lebih Aktif! Grand Galaxy Park Hadirkan Ragam Aktivitas Olahraga

Menjalani gaya hidup sehat kini tak lagi sebatas rutinitas berolahraga, tetapi telah menjadi bagian dari…

1 jam ago

Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

Gerakan edukasi kesehatan usus BioMom kini sampai ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program bertajuk…

1 jam ago

Fakta Baru di Sidang Dju Seng, PH Jelaskan Soal Surat BP Batam ke KLHK

BATAM - Sidang perkara Dju Seng pada kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

4 jam ago

This website uses cookies.