Categories: HUKRIM

Terdakwa Perompak Kapal Bantah BAP Penyidik di PN Batam

Sidang Kasus Perompakan Kapal MT Orkim Harmony

BATAM – Terdakwa kasus perompakan kapal MT Orkim Harmony, Albert Johanes membantah Berita Acara Penyidik(BAP) pada persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Senin(14/3/2016).

 

“Untuk BAP, saya tidak tahu apa isinya. Saat disuruh menandatangani BAP, saya tidak dikasih membacayanya terlebih dahulu. Sebagaian tandatangan di BAP juga bukan saya yang tandatangani itu yang mulia,” ujar Albert saat memberikan keterangan selaku terdakwa kepada Majelis Hakim.

 

Ia juga membantah isi BAP yang menyebutkan bahwa dia adalah otak dari perompakan tersebut atau dalam pasal 445 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

“Ketika diperiksa di penyidik, saya sudah bilang tidak ada kaitannya dengan perompakan tersebut, tetapi penyidik selalu bilang jelaskan saja dipengadilan. Untuk pembagian Rp 100 juta yang ada di BAP itu juga tidak benar yang mulia,” bebernya.

 

Dia berdalih memberangkatkan kapal itu ke perbatasan laut antara Malaysia, Singapore dan Indonesia (OPL) hanya untuk memperbaiki kapal yang sedang rusak.

 

“Saya berangkatkan kapal hanya untuk diperbaiki dan berjanji bertemu di koordinat yang ditentukan, kalau untuk perompakan tersebut saya tidak tahu yang mulia,” ujarnya.

 

“Saya tahu kejadian itu dari televisi yang mulia, karena pada saat itu saya berada dijakarta setelah memberangkatkan kapal dari pantai stres Batam,” ucapnya.

 

Namun demikian, Albert mengakui melakukan kesalahan karena sudah memberangkatkan kapal sebelum mengurus Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Dia juga mengaku dalam kasus ini hanya menjadi korban, karena sama sekali tidak mengetahui tentang perompakan.

 

“Saya sama sekali tidak tahu apa-apa tentang perompakan itu yang mulia,” ujarnya meyakinkan Majelis Hakim.
Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo sempat meminta terdakwa Albert agar jangan berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

 

“Semua saksi sudah memberikan keterangan, keterangan yang kamu berikan malah sebaliknya, kamu jangan berbelit-belit. memang kamu tidak disumpah tapi ini akan menjadi penilaian bagi kami para majelis,” kata Wahyu.

 

Untuk diketahui Jaksa Penuntut Umum(JPU), Andi Akbar menjerat terdakwa Albert Johanes dakwaan berlapis yakni dalam Pasal 445 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Kedua pasal 445 Jo pasal 56 ayat ke-2 KUHP atau Ketiga Pasal 446 Jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP atau Keempat Pasal 446 Jo pasal 56 ke-2 KUHP.

 

(red/Jef)

Redaksi - SWARAKEPRI

Share
Published by
Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah, ITSEC Asia (IDX:CYBR) Perkenalkan Bronyx.AI

Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…

1 jam ago

Di Tengah Gejolak Harga Sawit, Holding Perkebunan Nusantara Konsisten Serap TBS Petani

Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…

2 jam ago

PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema Kuasa Tuhan Bekerja

Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI Region 6 menggelar Kebaktian Bulanan yang berlangsung khidmat di JackOne…

5 jam ago

Legalitas Playgroup Djuwita Perkasa Terungkap di RDP DPRD Batam

BATAM - Polemik soal legalitas Kelompok Bermain atau Playgroup Djuwita Perkasa akhirnya terungkap di Rapat…

21 jam ago

Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat: Cerita Warga Condet Bersama PAM JAYA

Dibalik proses pembangunan tersebut, kini manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh warga. Air minum perpipaan PAM…

1 hari ago

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Persaingan industri otomotif nasional semakin dinamis seiring masuknya berbagai merek baru dan meningkatnya kebutuhan masyarakat…

1 hari ago

This website uses cookies.