BATAM – Direktur lalu lintas Barang Badan Pengusahaan(BP) Batam Tri Novianta Putra mengatakan pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menentukan kuota impor pangan terutama Produk impor hewan dan produk hewan di Batam.
“BP Batam tidak ada wewenang untuk menentukan kuota impor daging, semuanya itu langsung dari dari pusat, kita hanya sebagai perantara,” kata Direktur Lalu lintas barang BP Batam, Tri Novianta Putra kepada swarakepri.com, Rabu (8/2/207).
Terkait impor daging ilegal, Tri menegaskan bahwa BP Batam tidak memiliki wewenang untuk melakukan tindakan.
“Kalau masalah impor daging ilegal itu merupakan tanggung jawab dari Bea Cukai,” tambahnya.
Dikatakan bahwa saat ini eksportir daging ke Batam hanya ada dua negara saja yakni Australia dan Selandia baru.
“Setahu saya hanya 2 negara itu, saja diluar daripada negara tersebut sangat tidak diperbolehkan,” tutupnya.
Berita sebelumnya Ketua LSM BPKPPD Kepri, Edy Susilo mendesak pihak Bea Cukai Batam menindak tegas oknum-oknum perusahaan importir yang diduga memasok daging sapi ilegal ke Batam.
Menurutnya saat ini 80 persen daging sapi beku di Batam diduga masuk secara ilegal dari India melalui Malaysia, padahal negara pengekspor resmi daging sapi adalah Australia dan New Zealand.
Hingga berita ini diunggah, Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam Nugroho Wahyu Widodo belum berhasil dikonfirmasi.
Roni Rumahorbo
Kupang, NTT, 14 Januari 2026 – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan…
Jember, Januari 2026 – Kinerja layanan KA Pandanwangi relasi Jember – Ketapang PP terus menunjukkan…
Jakarta, 13 Januari 2026 - Pasar aset kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…
JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…
Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…
This website uses cookies.