Categories: HUKRIM

Terkait Reklamasi Golden Prown, Kapolsek Bengkong Hindari Pertanyaan Wartawan

BATAM – Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto menghindari pertanyaan wartawan ketika ditanyakan soal keluhan warga terhadap aktivitas truk tanah pada proyek reklamasi pantai Golden Prown, Batam, Kepulauan Riau.

 

“Orang mau makan, kau tanya itu pula, sudah tahu tak ada apa-apanya,” ujarnya kepada AMOK Group saat ditemui di Kantin Polsek Bengkong, Rabu (11/5/2016) siang pukul 11.30 WIB.

 

Kapolsek yang baru menjabat sekitar 1 bulan ini juga mengatakan banyak pekerjaan lain yang sedang ditanganinya saat ini.

 

“Banyak lagi pekerjaan yang mau ditangani, tanya itu pula kau,” ujarnya di depan anak buahnya sambil bergegas meninggalkan awak media yang melakukan tugas peliputan.

 

Berita sebelumnya aktivitas truk pengangkut tanah untuk reklamasi pantai Golden Prown, Bengkong, Batam kembali mendapat keluhan dari warga setempat. Kali ini, warga mengeluhkan kondisi kesehatan anak-anak akibat debu dari truk-truk tanah yang melintas di sekitar pemukiman mereka.

 

Boru Situmorang, Ibu Rumah Tangga yang bermukim di Tanjung Buntung mengatakan anaknya terserang batuk dan deman tinggi akibat menghirup debu dari truk tanah yang melintas.

 

“Karena lori itu, dari kemarin anak saya jadi batuk panas, dan sampai sekarang juga belum sembuh-sembuh,” ujarnya kepada AMOK Group, Senin(9/5/2016) siang.

 

Kata dia, pengusaha yang melakukan reklamasi pantai Golden Prown juga seakan tidak mau tau dengan keadaan warga yang tinggal di sekitar jalan yang dilewati truk tanah tersebut.

 

“Saya sudah lama di sini ngontrak, sampai saat ini pihak pengelola sama sekali tidak pernah memberikan konpensasi apapun. Tapi tak tahu sama warga yang lain ada dikasih,” bebernya.

 

Menurutnya, warga sudah sering melakukan pemblokiran jalan untuk menghalangi aktivitas truk tanah yang melintas, karena jalan yang dilewati jarang disiram pihak pengelola.

 

“Warga sering melakukan pemblokiran jalan bang, tapi itu karena mereka tidak menyiram jalan dan debu terbang kemana-mana. Kalau tak diblokir, mereka diam saja,”ujarnya.

 

Hingga berita ini di unggah, perusahaan yang melakukan reklamasi pantai Golden Prown belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut.

 

(red/Jef/nas)

Redaksi - SWARAKEPRI

Share
Published by
Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Tragedi KM Putri Sakinah: Gerak Cepat Polda NTT, Penanganan Tuntas dan Transparan

Kupang, NTT, 14 Januari 2026 – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan…

1 jam ago

KA Pandanwangi Tembus 1,15 Juta Penumpang di 2025, Andalan Mobilitas Wisata Tapal Kuda

Jember, Januari 2026 – Kinerja layanan KA Pandanwangi relasi Jember – Ketapang PP terus menunjukkan…

6 jam ago

Ini Tanggapan Bittime Terkait Dampak Inflasi Amerika Serikat dan Kebijakan Tarif Trump Pekan Ini

Jakarta, 13 Januari 2026 - Pasar aset kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang…

7 jam ago

Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…

14 jam ago

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun

JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…

16 jam ago

Topremit Kembali Raih Award “Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025” dari BI

Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…

1 hari ago

This website uses cookies.