BATAM – Seorang pria berinisial RP (32) ditangkap Polisi di Simpang Gelael, Kota Batam, Sabtu (04/01/2020) lalu. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 1 kilogram (Kg).
Tersangka RP diketahui membawa barang haram tersebut berdasarkan perintah dari seseorang yang berada di Malaysia. Tujuannya diduga akan diantar ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Barelang Batam.
Polisi pun bergerak cepat mendatangi Lapas Barelang untuk mengungkap rantai peredaran narkotika tersebut. Tiga orang narapidana yang diduga sebagai pelaku pemesan sabu, dibawa ke Mapolda Kepri untuk diperiksa.
“Iya memang ada ada warga binaan yang dibawa Polda Kepri, tapi hari itu juga dipulangkan,” kata Kepala Lapas Kelas II Barelang, Surianto, Jum’at (10/01/2020) kemarin.
Lanjut Surianto, saat ini tiga narapidana tersebut berada dalam sel pengasingan untuk kepentingan pengembang pihak kepolisian.
“Masih ada di pengasingan untuk kepentingan pengembangan. Karena mereka merasa tidak ada kaitanya dengan tangkapan di luar itu. Untuk lebih jelasnya tanya Polda,” kata Surianto.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/01/2020), mengatakan, kasus tersebut masih dalam pengembangan pihak kepolisian.
“Nanti di rilis ya,” ujarnya singkat menjawab pertanyaan Swarakepri terkait kasus ini.
(Elang)
Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan…
Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…
Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…
Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…
Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…
Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…
This website uses cookies.