Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg ternyata khawatir dengan pesatnya perkembangan TikTok. Ia bahkan meminta para karyawannya untuk ‘menjungkalkan’ TikTok sebelum aplikasi video pendek ini semakin besar dan kuat.
Hal ini terungkap ke publik melalui sebuah rekaman video yang dibocorkan pegawai Facebook kepada The Verge dan dilansir dari Business Insider, Kamis (3/10/2019). Rekaman ini merupakan rapat internal Facebook yang berlangsung Juli 2019.
Dalam pertemuan tersebut, seorang karyawan menanyakan apakah Mark Zuckerberg khawatir dengan pertumbuhan cepat TikTok , terutama di kalangan pengguna berusia muda.
“Iya. Maksud saya, TikTok baik-baik saja,” ujar Mark Zuckerberg. “TikTok, perusahaan asal Beijing Bytedance, benar-benar produk internet konsumen pertama yang dikembangkan salah satu raksasa teknologi China yang cukup diterima semua orang.”
Mark Zuckerberg juga menyoroti soal perkembangan TikTok yang diperkirakan sudah menyalip Instagram di India, salah satu pasar utama Facebook Group.
Dalam rekaman tersebut, Mark Zuckerberg menyampaikan salah satu cara menghadapi TikTok adalah dengan meluncurkan Lasso di pasar yang belum dimasuki TikTok seperti Meksiko. Lasso merupakan aplikasi video pendek menyerupai TikTok. Aplikasi ini diluncurkan tahun lalu nama belum dapat sambutan sebaik TikTok.
“Pertama-tama kita mencoba hal ini dan melihat apakah cara ini bisa bekerja di negara di mana TikTok belum besar sebelum kita bersaing dengan di negara-negara yang mereka kuasai,” terang Mark Zuckerberg.
Berdasarkan laporan situs analisis aplikasi App Annie pada Agustus 2019 TikTok memiliki 625 juta lebih pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, naik 85% dari tahun sebelumnya. Di AS sendiri pengguna TikTok sudah 16 juta.
Artikel ini disadur dari https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191003162056-37-104236/bos-facebook-mark-zuckerberg-ingin-jegal-tiktok-kenapa
Harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (5/5) diperkirakan mulai menunjukkan peluang penguatan setelah sebelumnya…
LRT Jabodebek melayani 139.874 pengguna selama libur panjang May Day 1–3 Mei 2026, atau rata-rata…
Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif yang lebih terukur dibandingkan…
Jakarta, 30 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengawali tahun 2026 dengan…
BATAM - Jajaran Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ratusan Warga Negara Asing(WNA)…
Jakarta 30 April, – Kalyce Aesthetic Clinic dengan bangga mengumumkan Grand Opening Kalyce Aesthetic Clinic, sebuah klinik…
This website uses cookies.