Categories: BATAM

Tindaklanjuti Laporan Dugaan Eksploitasi Anak di Pawai MBG, PMII Ajukan RDP ke DPRD Batam

BATAM – Dugaan eksploitasi dan manipulasi anak dalam kegiatan Pawai Program Makan Bergizi Gratis(MBG) pada 21 Juni 2026 masih menjadi polemik.

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PC PMII) Kota Batam telah melaporkan dugaan eksploitasi dan manipulasi anak tersebut ke Badan Kehormatan DRPD Batam, Inspektorat Daerah Kota Batam dan Polresta Barelang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, PMII Kota Batam juga telah mengajukan Permohonan Rapat Dengar Pendapat(RDP) kepada Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin melalui Surat Nomor: 048.PC-XIV.U-09.02.047.A-I.07.2026 tanggal 6 Juli 2026.

“Kami sudah mengajukan permohonan RDP tanggal 6 Juli kemarin, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari DPRD Batam,”ujar Sekretaris PC PMII Kota Batam, Hidayatuddin kepada SwaraKepri, Sabtu 11 Juli 2026 malam.

Ia menegaskan bahwa permohonan RDP tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal perlindungan anak, menjaga netralitas dunia pendidikan, serta mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas.

Kata dia, melalui RDP tersebut pihaknya berharap memperoleh penjelasan resmi mengenai perkembangan tindak lanjut atas laporan yang telah disampaikan kepada Badan Kehormatan DPRD Kota Batam, Inspektorat Daerah Kota Batam, dan Kapolresta Barelang.

“Kami juga ingin mengetahui langkah-langkah pemeriksaan, pengawasan, serta penegakan hukum maupun penegakan kode etik yang telah dan akan dilakukan oleh masing-masing instansi terkait,”ucapnya.

RDP juga diharapkan mampu mendorong terbangunnya sinergi antara DPRD Kota Batam, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil dalam memperkuat perlindungan hak anak, menjaga netralitas institusi pendidikan, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dasar permohonan RDP

Ia juga menjelaskan Tiga dasar permohohan RDP di DPRD Batam.

Pertama, dugaan keterlibatan peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam kegiatan pawai yang diduga dimanfaatkan untuk kepentingan di luar aktivitas pendidikan, sehingga perlu diklarifikasi kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan perundangundangan mengenai perlindungan anak.

Keduad, dugaan keterlibatan tenaga pendidik serta adanya mobilisasi peserta didik dan satuan pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, yang diduga melibatkan unsur Dinas Pendidikan Kota Batam sehingga perlu dilakukan klarifikasi mengenai mekanisme, dasar kebijakan, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Rayakan 90 Tahun Inovasi Global, AICA Indonesia Perkenalkan Dua Inovasi Material Terbaru di INDOBUILDTECH 2026

Sebagai bagian dari perayaan 90 tahun AICA Kogyo Group secara global, AICA Indonesia, perusahaan penyedia…

2 jam ago

Permudah Kepemilikan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Promo Bunga 0% di Padang dan Payakumbuh

Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat mobilitas yang tinggi, didukung oleh aktivitas…

4 jam ago

Ribuan Barang Tertinggal Kembali ke Pemilik, Ini yang Harus Dilakukan Jika Kehilangan Barang di LRT Jabodebek

Sepanjang Semester I 2026 LRT Jabodebek mencatat 5.876 barang tertinggal, naik dari 3.419 barang di…

5 jam ago

Hisense Luncurkan RGB-MiniLED TV UR8S, Perkuat Kepemimpinan Teknologi Layar TV di Indonesia

Hisense sebagai merek terkemuka produk elektronik dan sponsor resmi FIFA World Cup 2026™, resmi meluncurkan…

5 jam ago

BRI Region 6 Gelar Sosialisasi Operational Excellence: Precision in Every Step untuk Perkuat Budaya Operasional Unggul

BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Operational Excellence: Precision in Every Step yang bertempat di…

5 jam ago

Tumbuh 17 Persen, Kinerja Angkutan Retail KAI Logistik Sepanjang Semester I 2026 Semakin Positif

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatatkan pertumbuhan…

12 jam ago

This website uses cookies.