Categories: BATAM

Vaksinasi Covid-19 Batam Dilaksanakan 4 Tahap, Berikut Prioritasnya

BATAM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Batam.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut diatur berdasarkan roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) serta kajian Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional.

“Tahap pertama dan kedua dilaksanakan pada Januari-April 2021, tahap ketiga dan keempat dilaksanakan pada April 2021-Maret 2022,” papar Didi, Senin (11/1/2021).

Tahapan vaksinasi ini juga memiliki sasaran yang berbeda-beda. Pada tahap pertama misalnya, lebih menyasar pada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan kedokteran dan bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemudian tahap kedua menyasar pada petugas pelayanan publik. Tahap ketiga menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Dan pada tahap keempat menyasar masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Didi menjelaskan bahwa, syarat penerima vaksin Covid-19 merujuk rekomendasi perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam Indonesia (PAPDI) mengenai pemberian vaksinasi Covid-19 (Sinovac/Inactiveed).

“Syaratnya orang dewasa sehat usia 18-59 tahun, peserta menerima penjelasan dan menandatangi surat persetujuan setelah penjelasan. Dan semua peserta menyetujui mengikuti aturan dan jadwal imunisasi,” jelas dia.

Selain itu Didi juga menyampaikan kriteria masyarakat yang tidak diberikan vaksin Covid-19. Diantaranya adalah pernah terkonfirmasi dan terdiagnosis Covid-19, mengalami penyakit ringan, sedang, stay berat, terutama penyakit infeksi dan/atau demam (suhu diatas 37,5 derajat).

Kemudian wanita yang hamil, menyusui, atau berencana hamil selama periode vaksinasi atau imunisasi, memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin atau komposisi dalam vaksin, riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol atau kelainan darah yang menjadi kontradiksi infeksi intramuscular.

“Juga adanya kelainan penyakit kronis yang menurut petugas medis dapat mengganggu imunasi,” terangnya.

Serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit gangguan sistem imun, epilepsi/ayan atau penyakit gangguan saraf, dan mendapat imunisasi apapun dalam waktu 1 bulan ke belakang atau akan menerima vaksin lain dalam 1 bulan ke depan.

Sasaran pelaksanaan vaksinasi sendiri di menurut Didi dikategorikan dari jumlah seluruh penduduk Kota Batam 1.421.960 orang.

Dari jumlah tersebut, estimasi sasaran penduduk usia 18-59 tahun sebanyak 875.911 orang, tenaga kesehatan sebanyak 2.716 orang, serta vaksinator atau petugas vaksinasi sebanyak 1045 orang yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan.

“Dan jumlah kader atau tenaga lainnya yang membantu ada 780 orang,” pungkasnya./Red

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bea Cukai Batam Beberkan Alasan Penerbitan SPPB 90 Kontainer Limbah Elektronik asal AS

BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…

9 menit ago

Puragraph Vol. I: Menghubungkan Warisan Sejarah dan Generasi Muda melalui Siluet Arsitektur Heritage Belanda

JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…

4 jam ago

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

6 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

8 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

9 jam ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

10 jam ago

This website uses cookies.