Categories: BATAM

Wako Batam Pastikan Kebijakan Pemerintah Prioritaskan Kepentingan Masyarakat

BATAM – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan kebijakan yang dikeluarkan selama pandemi Covid-19 merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.

“Warga Batam sebanyak 1,3 juta ini harus diselamatkan,” ucap Rudi di Seibeduk, Jumat (24/7/2020).

Ia menjabarkan, diselamatkan dalam konteks ini tidak hanya tentang terhindar dari Covid-19, akan tetapi bagaimana ekonomi dapat tetap berjalan.

“Keduanya harus diusahakan dapat sama-sama berjalan,” kata dia.

Ia tak menampik ada kebijakan yang dikeluarkan memantik ragam tafsir. Tak ayal bahkan ada yang dipertanyakan. Untuk itu, Wali Kota terbaik Asia tersebut kerap menjelaskan kembali setiap pertemuan dengan warga bahwa kebijakan tentu dengan pertimbangan mudarat yang paling sedikit.

“Saya pernah baca buku tentang pak Suharto, ada kutipan ambil kebijakan yang dapat menyelamatkan banyak orang,” terangnya.

Ia mengungkapkan salah satu yang kerap ditanyakan oleh masyarakat yakni kebijakan Pemko Batam yang hingga kini belum menerapkan sekolah tatap muka di kelas.

“Anak-anak cenderung imunnya kuat. Ketika kembali ke rumah ada yang kita jaga, usia 50 tahun ke atas rentan karena dominan sudah ada penyakit lain,” papar dia.

Ia juga kembali teringat perihal kebijakan bersama tokoh agama terkait pembatasan aktivitas banyak orang di tempat ibadah untuk sementara waktu, beberapa waktu lalu.

Kebijakan itu diambil guna menekan penyebaran Covid-19, apalagi saat itu kasus cenderung naik. Kini kebijakan tersebut telah dicabut, ibadah berjamaah kembali diperkenankan dengan syarat menjalani protokol kesehatan.

“Tidak bisa kita bayangkan, jika banyak yang terjangkit kemudian fasilitas kesehatan tak mampu menampung. Sementara dokter paru-paru di Batam ini juga hanya lima orang,” katanya.

Kebijakan penanganan Covid-19 di Batam mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Pemko Batam mendapat Dana Insentif Daerah (DID) tambahan sebesar Rp14,9 miliar. Dana insentif dari Pemerintah Pusat tersebut diberikan karena prestasi Batam dalam perencanaan, penanganan, serta pelaporan anggaran Covid-19.

Batam merupakan satu-satunya daerah yang menerima DID di wilayah Kepri. Bahkan, di tingkat nasional, dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi, hanya 171 daerah yang mendapatkan dana tersebut.

Rudi menyebutkan penerapan protokol kesehatan juga dilakukan di pusat-pusat keramaian, transportasi publik pusat pembelanjaan maupun kawasan publik lain.

“Saya titip betul protokol kita jalankan, Covid ini harus segera diakhiri. Kalau kita disiplin virus ini selesai,” pungkasnya.(red)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

11 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

16 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

17 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

18 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

18 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

18 jam ago

This website uses cookies.