BATAM – Puluhan ribu warga Batam ikut serta mendeklarasikan Masyarakat Kepri Anti Hoax dalam acara Batam Menari yang diselenggarakan pada Minggu (08/04/2018) di bundaran BP Batam.
Mewakili Gubernur Kepri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pebrialin juga menggandeng Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) dan Kepala BP Batam untuk turut serta melakukan Deklarasi Masyarakat Kepri Anti Hoax.
“Harapannya, semoga masyarakat Kepri, khususnya Batam, tidak termakan isu-isu hoax yang tersebar sehingga terhindar dari konflik di masyarakat,” ujar Menpan RB, Asman Abnur dalam acara Batam Menari, pada Minggu (08/04/2018).
Dalam kesempatan tersebut, secara jelas Menpan RB membacakan isi deklarasi bahwa masyarakat Kepri menolak segala bentuk hoax, berita bohong, provokasi Sara dan ujaran kebencian.
Menjelang Pilkada Tanjungpinang 2018 dan Pemilu 2019, Pemerintah Provinsi Kepri gencar melakukan Deklarasi Anti Hoax bagi seluruh masyarakat Kepri agar terhindar dari isu-isu palsu dan ujaran kebencian. Deklarasi tersebut dilakukan untuk menghadapi banyaknya kasus penyebaran isu hoax di media sosial yang menjatuhkan salah satu pihak, khususnya pada masa kampanye.
Tujuan dilakukannya deklarasi ini adalah untuk mengajak masyarakat Batam agar bijak dalam menanggapi isu dan menyebarkan isu yang diterima di masyarakat.
Penulis : CR14
Editor : Siska
Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…
Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…
Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…
Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…
Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…
BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…
This website uses cookies.