Categories: BATAM

Warga Tanjungbanun Rela Bayar Mahal Demi Pasokan Listrik 24 Jam

BATAM – Masyarakat Tanjungbanun, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang sangat berharap bright PLN Batam menjamah kampung mereka karena sudah puluhan tahun belum pernah merasakan aliran listrik layaknya masyarakat di Batam.

Mereka mempermasalahkn tarif yang akan dikenakan. “Mau tarif nasional, mau tarif PLN Batam, kami bersedia, asalkan kami bisa nikmati listrik 24 jam,” kata S Panjaitan, warga Tanjungbanun, Rabu (7/3/2017).

Panjaitan menceritakan, saat ini warga Tanjungbanun yang berjumlah 300 KK hanya bisa menikmati listrik mulai dari pukul 18.00 hingga 23.00 WIB, itu pun dengan daya yang terbatas, satu kepala keluarga hanya dapat asupan 2 amper untuk menerangi rumah masing-masing.

“Sekarang kami pakai genset bantuan pemerintah, hidupnya cuma lima jam saja, selebihnya tidak ada listrik lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setiap kepala keluarga dikenakan tarif Rp. 100 ribu sebulan, tarif tersebut untuk biaya pembelian bahan bakar genset dan perawatan instalasi serta perawatan mesin.

Sementara untuk fasilitas umum seperti Masjid, Poliklinik Desa (Polindes) dan jalan masuk ke perkampungan, suami dari bidan desa di Tanjungbanun ini mengatakan bahwa masyarakat mendapat bantuan solar cell dari bright PLN Batam, pada awal 2016 silam sebanyak enam unit, dan akhir 2016 ditambah enam unit lagi.

“Sebelum ada bantuan itu, Polindes hanya melayani warga siang hari saja, karena kalau malam tak bisa ngapa-ngapain. Tapi berkat bantuan PLN Batam, kini Polindes bisa beroperasi 24 jam,” jelasnya.

Sebelumnya kata Panjaitan, pihak bright PLN juga sudah pernah melakukan survey dan pemetaan lokasi untuk penyambungann kabel listrik dari tiang di jalan Trans Barelang sampai ke Tanjungbanun.

“Tapi sepertinya belum ada tanda-tanda pemasangan, karena memang jarak dari jalan utama itu ke kampung kami sekitar 6 kilometer, butuh sekitar 200 tiang listrik agar kabel sampai ke kampung kami, itu mungkin kendala yang dihadapi PLN Batam, makanya sampai sekarang belum masuk listrik kami,” sambungnya.

Selain itu, masyarakat Tanjungbanun juga sudah pernah mengajukan pemasangan listrik di setiap ada Musrembang tingkat Kelurahan dan Kecamatan namun tetap saja belum berhasil.

“Sepertinya sulit betul, karena katanya daerah kami itu masih masuk area kerja PLN Tanjungpinang, jadi urusannya harus ke Tanjungpinang,” tuturnya.

Dia mewakili seluruh masyarakat Tanjungbanun sangat berharap bantuan dari pemerintah dan bright PLN Batam untuk memasok listrik sampai ke perkampungan mereka. Warga Tanjungbanun tak ingin lagi hidup dalam kegelapan dan ketakutan, takut dengan ancaman kebakaran, yang sangat dekat dengan mereka dan kapan saja dapat menghampiri.

Sementara itu, Staf Humas Bright PLN Batam Suprianto menjelaskan, sebagai perusahaan pelayanan publik dengan slogan mandiri tanpa subsisi tersebut, pihak bright PLN Batam siap mengaliri listrik ke Tanjungbanun dan sekitarnya, seperti yang saat ini sudah dilakukan perusahaan tersebut di Sembulang maupun Belakangpadang.

“Tapi untuk membangun jaringan itukan ada regulasi yang harus dijalani dan biaya, itu yang harus diperhitungkan, mengingat wilayah Tanjungbanun itu masih termasuk wilayah kerja PLN Persero Riau dan Kepulauan Riau,” terangnya.

Suprianto menambahkan, bright PLN Batam akan berkoordinasi dengan PLN Persero terkait rencana pembangunan instalasi tersebut.

“Atau jika tidak ada titik temu nantinya, kita juga bisa menempatkan mesin pembangkit di sana (Tanjungbanun), cuma kembali lagi, bagaimana mesin pembangkit itu bisa beroperasi, kalau bright PLN Batam tidak bisa membeli bahan bakarnya,” sambungnya.

Salah satu alasan bright PLN Batam mengajukan penyesuaian tarif tambah Suprianto untuk meningkatkan pelayanan hingga ke daerah-daerah pesisir, yang saat ini belum terjangkau oleh bright PLN Batam.

“Kami berkomitmen akan mengaliri listrik ke pesisir, asalkan kemampuan kami mencukupi untuk hal tersebut,” tutupnya.

 

Humas bright PLN Batam
Editor : Roni Rumahorbo

Roni Rumahorbo

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

4 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

8 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

10 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

10 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

10 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

10 jam ago

This website uses cookies.