Categories: Lingga

Warga Tolak Tambang Timah Laut, Tokoh Masyarakat Kepulauan Posek Angkat Bicara

LINGGA – Tokoh masyarakat Kecamatan Kepulauan Posek, Nazar angkat bicara terkait penolakan warga terkait tambang timah laut di perairan Alang Tiga, Kecamatan Kepulauan Posek.

“Saat ini masyarakat masih menunggu kejelasan soal izin(tambang timah laut) dari Provinsi,”ujarnya kepada SwaraKepri, Rabiu(11/11/2020).

Nazar mengungkapkan bahwa masyarakat sudah mengadukan permasalahan ini kepada Ketua DPRD Kabupaten Lingga.

“Warga sudah membuat pengaduan ke Ketua DPRD dan sudah menyerahkan deklarasi penolakan dari warga,”jelasnya.

Selain itu kata dia, warga juga sudah menyampaikan permasalahan ini kepada Pjs Bupati Lingga.

“Sudah jumpa dengan Pjs Bupati pada tanggal 5 November kemarin saat kunjungan kerja ke Kecamatan Kepulauan Posek. Warga menyampaikan keluhan secara lisan,”ucapnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Kepulauan Posek tetap menolak tambang timah laut di perairan Alang Tiga. “Iya (warga) tetap menolak,”ujarnya.

Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui kantor perusahaan tambang timah laut tersebut.

“Kita belum tahu dimana (kantor) perusahaan itu, saya belum pernah ketemu dengan pihak perusahaan,”pungkasnya.

Ketua DPRD Kabupaten lingga, Ahmad Nashiruddin ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan dari warga. Meski demikian ia enggan berkomentar lebih lanjut soal penolakan warga Kepulauan Posek tersebut.

“Saya belum bisa memberikan komentar, karena saya baru dapat laporan. Dari warga belum ada berkas-berkas yang saya terima,”ujarnya,Rabu(11/11/2020).

Diketahui ratusan warga Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga melakukan deklarasi menolak tambang timah laut di perairan Alang Tiga, Kecamatan Kepulauan Posek, Minggu(8/11/2020).

Camat Kepulauan Posek, Sutarman menjelaskan kronologi aksi deklarasi yang dilakukan warga menolak tambang timah laut di peraiaran Alang Tiga Kabupaten Lingga.

“Yang dipertanyakan warga adalah keputusan Kades(Posek), karena tidak ada keputusan yang pasti,”ujarnya kepada SwaraKepri, Senin(9/11/2020) malam.

Ia menguraikan, pada tanggal 5 November dilakukan rapat dengan 4 Desa yang diwakili oleh RT dan RW.

“Perwakilan yang hadir menyatakan menolak(tambang timah laut). Saat itu pak Kades tidak menolak dan tidak menyetujui,”terangnya.

Pada hari Jumat, perwakilan warga melakukan rapat koordinasi namun Kades Posek tidak hadir.

“Kemarin(Minggu), masyarakat melakukan pencegahan aktivitas tambang timah laut, karena disitulah mata pencaharian dari masyarakat,”terangnya.

Dijelaskan, deklarasi damai yang dilakukan masyarakat tersebut bertujuan agar pihak perusahaan dan pemerintah melihat kondisi yang ada.

“Deklarasi itu tidak mengatasnamakan Desa Posek, tapi wilayah dari Kecamatan Kepulauan Posek, karena mata pencaharian mereka disitu,”tegasnya./Ruslan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

KAI Logistik Kirim 1.425 Motor dari Yogyakarta Saat Libur Panjang

KAI Logistik, melalui layanan pengiriman yang berfokus pada barang ritel yaitu KALOG Express, berhasil mengakomodasi…

1 jam ago

Retail Multi Cabang Makin Efisien Berkat Integrasi Odoo Accounting dan Inventory

Retail dengan banyak cabang sering mengalami ketidaksesuaian antara stok, transaksi kasir, dan laporan keuangan karena…

2 jam ago

Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO

Seiring meningkatnya penggunaan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity, semakin banyak perusahaan mulai…

2 jam ago

Ekosistem EV Semakin Berkembang, BRI Finance Perkuat Solusi Pembiayaan Kendaraan Listrik

Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap…

5 jam ago

BINUS @Malang Gelar SheCodes Society Digital Leadership Academy untuk Dorong Perempuan Muda di Bidang STEM

Partisipasi perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari…

5 jam ago

KA Cikuray Jadi Kereta Favorit Pengguna Jasa dari Daop 2 Bandung Sedangkan Gambir dan Yogyakarta Masih Menjadi Tujuan Utama Selama Januari – Juni 2026

Tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama Semester I Tahun 2026 (Januari–Juni) tercermin dari…

5 jam ago

This website uses cookies.