Ahmad Mahbub Dicekal Mabes Polri

Rekening Gendut PNS Batam terkait Kasus Korupsi dan TPPU

BATAM – swarakepri.com : Ahmad Mahbub alias Abob, salah seorang pengusaha di Batam telah dicekal oleh Mabes Polri karena diduga sebagai pemilik uang “haram” sebanyak 1,3 triliun rupiah yang ada dalam rekening adiknya bernama Niwen Khairiah(37) PNS Pemko Batam yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU) dengan modus penggelapan BBM di Kepulauan Riau.

Wadir Tipid Eksus Bareskrim Polri, Kombes Rahmad Susanto mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap Mahbub dan hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi.

“Dia masih saksi. Tapi sudah kita cekal saat dia mau naik haji,” kata Rahmad, Selasa (2/9/2014) seperti dilansir detik.com.

Rahmad mengungkapkan, modus penggelapan BBM yang dilakukan oleh Mahbub dan Yusri (karyawan Pertamina Region I Tanjung Uban) adalah dengan ‘membuang’ BBM di tengah perjalanan ke tempat tujuan.

“BBM dibawa dari Dumai, namun di tengah perjalanan tanker pembawa BBM ‘kencing’ dan jumlahnya sangat banyak,” kata Rahmad tidak menyebut jumlah pasti BBM yang digelapkan.

Dari hasil penyidikan sementara Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipid Eksus) Bareskrim Polri telah menahan empat tersangka dalam kasus ini. Namun Polri belum menetapkan tersangka pelaku pidana asal (predicate crime).

Empat tersangka yang sudah ditahan adalah Yusri (55) yang merupakan karyawan Pertamina Region I Tanjung Uban, Du Nun alias Aguan alias Anun (40) PHL TNI AL, Aripin Ahmad (33) PHL TNI AL, dan Niwen Khairiah (38) PNS Pemko Batam.

Diberitakan sebelumnya Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F Sompie menegaskan oknum Pegawai Negeri Sipil(PNS) Pemko Batam bernama Niwen Khairiah(37) selaku tersangka resmi ditahan Mabes Polri pada hari Kamis tanggal 28 Agustus 2014 lalu atas kasus kepemilikan dana triliunan rupiah yang diduga hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU).

“Tersangka seorang perempuan bernama Niwen Khairiah binti Imam Muhtadin. Pelaku kelahiran Belakang Padang 3 September 1976 dan sehari-hari bekerja sebagai PNS di Kota Batam,” kata Sompie ,Jumat (29/8/2014). (red/det)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bantah BAP, E’en Saputro Beri Kesaksian Mengejutkan di Sidang Kasus Pemalsuan Sertipikat Tanah

BATAM - Sidang kasus pemalsuan sertipikat tanah dengan terdakwa Robi Abdi Jaelani, Zerry Alpiansyah dan…

43 menit ago

PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Preservasi Jalan Tol Jagorawi 5 – 12 Juli 2026

PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) kembali melaksanakan pekerjaan preservasi di Ruas Jalan Tol Jakarta–Bogor–Ciawi…

2 jam ago

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168

Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis (2/7). Berdasarkan…

2 jam ago

Kolaborasi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa melalui ProKlim di Sumatera Selatan

Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan United Nations Office for Project…

2 jam ago

Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

India dan Indonesia dipisahkan oleh Samudra Hindia, tetapi dipersatukan oleh sejarah, budaya, perdagangan, dan nilai-nilai…

4 jam ago

PM Modi Mulai Kunjungan ke Indonesia pada 7 Juli, Pertahanan, Ekonomi Digital, dan Investasi Jadi Agenda Utama

Perdana Menteri India Narendra Modi akan memulai kunjungan resmi selama dua hari ke Indonesia pada…

5 jam ago

This website uses cookies.