Categories: BATAMHeadlinesPOLITIK

Aliansi Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Batam

Mahasiswa menuntut anggota Dewan Terpilih membuat Kontrak Politik

BATAM – swarakepri.com : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di jalan Engku Putri depan Gedung DPRD Batam, pagi tadi, Jumat(29/8/2014) pukul 10.15 WIB menuntut agar anggota DPRD Batam terpilih 2014-2019 yang akan dilantik siang nanti membuat kontrak politik dengan para mahasiswa.

Aksi unjuk rasa yang dikawal ketat aparat Kepolisian ini berlangsung sekitar 1 jam dan sempat mengganggu pengendara yang melintas di jalan Engku Putri. Setelah menyampaikan orasinya, sekitar pukul 11.00 WIB para pengunjuk rasa memilih membubarkan diri untuk melaksanakan ibadah Sholat Jumat.

“Mohon jembatani kami untuk bisa bertemu dengan anggota DPRD terpilih. Kami akan Jumatan dulu, nanti akan lagi untuk berunjuk rasa,” ujar Rizki Firmanda selaku koordinator aksi.

Sebelumnya para pengunjuk rasa sempat berupaya memaksa masuk ke lingkungan Gedung DPRD Batam untuk menemui anggota DPRD terpilih yang akan dilantik namun dilarang oleh aparat kepolisian. Jumlah personel yang lebih banyak akhirnya menyurutkan niat pengunjuk rasa untuk tetap memaksa masuk dan akhirnya memilih berorasi di jalan engku putri yang berada didepan gedung dewan tersebut.

Kepada SWARAKEPRI.COM, Rizki mengaku sempat dipukuli oleh oknum petugas Kepolisian saat pengunjuk rasa mencoba masuk ke lingkungan gedung DPRD Batam.

“Tadi saya diamankan di kantor Walikota Batam dan sempat dipukuli oleh beberapa oknum Polisi. Saya juga diancam akan ditangkap jika kembali melakukan unjuk rasa,” jelasnya usai pengunjuk rasa membubarkan diri.

Rizki juga mengatakan bahwa saat diamankan di Kantor Walikota Batam ia juga bertemu dengan Kapolresta Barelang Kombes Hendro Suhartiyono. “Pak Kapolres mengatakan pengunjuk rasa tidak boleh masuk ke lingkungan DPRD Batam karena sudah disterilkan,” ujarnya.

Dalam orasinya mahasiswa menuntut kepada anggota DPRD terpilih periode 2014-2019 untuk membuat kontrak politik dengan para mahasiswa diantaranya, memperjuangkan aspirasi rakyat dan merealisasikan janji-janji politiknya selama masa kampanye, memperjuangkan pengadaan kursi-kursi sekolah dan renovasi gedung sekolah yang sudah tidak memadai terutama didaerah hintarland, menambah pos anggaran untuk pendidikan di APBD Batam, melaksanakan revisi perda kelistrikan kota batam, mengawasi proyek-proyek pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat, mengawasi pelayanan publik dan retribusi parkir serta memperjuangkan hak-hak buruh, insan akademik dan masyarakat pada umumnya.(redaksi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

3 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

5 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

6 jam ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

6 jam ago

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…

7 jam ago

Dua Saksi Ahli Beda Pendapat Soal Legal Standing BP Batam di Sidang Bowie Yoenathan

BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…

18 jam ago

This website uses cookies.