BATAM – Tiga mesin jenis Mickey Mouse(MM) yang berada di lantai 2 lokasi Gelanggang Permainan(gelper) Mickey Zone, Kawasan Harbour Bay, Batam meledak sore ini, Selasa(19/1/2016) pukul 18.15 WIB.
Akibat ledakan tersebut, api langsung berkobar dan nyaris menghanguskan bangunan tiga lantai yang dijadikan lokasi gelper oleh pengusaha Batam berinisial AF tersebut.
Ledakan tersebut juga membuat para pemain yang berada di lantai 1 panik dan langsung berhamburan keluar dari lokasi gelper yang telah beroperasi selama 4 bulan tersebut.
Salah seorang saksi mata yang ditemui dilokasi kejadian mengungkapkan bahwa ledakan tersebut terjadi setelah dua orang teknisi mesin keluar dari lokasi setelah melakukan perbaikan mesin Mickey Mouse(MM) di lantai 2.
“Sebelum ledakan, ada dua teknisi naik ke lantai 2 dan membuka mesin MM 11,12 dan 13. Setelah teknisi itu keluar, setengah jam kemudian tiba-tiba muncul asap dan suara ledakan,” ujar narasumber swarakepri.com yang enggan namanya dipublikasikan.
Pantauan dilapangan, petugas pemadam kebakaran yang tiba dilokasi satu jam kemudian, berhasil memadamkan api yang sempat berkobar di lantai 2 sekitar pukul 20.00 WIB malam.
Informasi yang berkembang dilapangan, kebakaran tersebut diduga ada unsur kesengajaan.Saat berita ini diunggah, pemilik lokasi gelper Mickey Zone, AF belum berhasil dikonfirmasi.
(red/rudi)
Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan…
Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…
Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…
Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…
Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…
Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…
This website uses cookies.