Categories: BATAM

BC Batam Musnahkan Eks Barang Hasil Tegahan Selama 3 Tahun

BATAM – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam melakukan pemusnahaan terhadap Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 di PT. Desa Air Cargo Batam, Jalan Raya Kabil, Nongsa, Batam, Rabu (28/8/2019).

Barang yang dimusnahkan adalah BMN yang tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan, cepat rusak atau busuk, serta tidak dapat dihibahkan atau berdasarkan ketentuan lain peraturan perundang-undangan wajib dimusnahkan.

Humas BC Batam, Sumarna menyampaikan bahwa barang-barang yang dimusnahkan yaitu Barang Kena Cukai (BKC) berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merek sebanyak 7.836 botol, 2.018 MMEA kaleng (Bir), Rokok berbagai merek sebanyak 1.103.024 Batang, 594 pack kemasan rokok, 55.980 filter rokok, pakaian bekas (Ballpres) sebanyak 175 bale atau koli atau koper, mainan berbagai jenis dan merek sebanyak 30.888 set atau koli, serta kosmetik dan obat-obatan berbagai jenis dan merek sebanyak 25 koli dan 720 bungkus dan barang-barang lain dalam jumlah.

“Ini barang tegahan dari penumpang, seperti dari penumpang kapal feri atau dari penumpang pesawat terbang, karena penumpang yang lebih dari satu barang untuk di bawa, kita sita untuk lakukan pemusnahan,” ujar Sumarna.

Ia menambahkan, untuk barang tegahan seperti rokok penumpang hanya boleh membawa sebanyak 40 batang sigaret lebih dari itu kita lakukan penyitaan.

“Untuk total dari keseluruhan barang yang akan dimusnahkan mencapai Rp. 1.645.019.500 (Satu Miliyar Enam Ratus Empat Puluh Lima Juta Sembilan Belas Ribu Lima Ratus Rupiah),” tambahnya.

Sumarna menjelaskan, barang-barang tersebut ditegah dikarenakan melanggar UU Nomor 10 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang kepabeanan, yang terdapat pada Pasal 53 (4) jo. Pasal 68 (1a), Pasal 68 (1b) jo. Pasal 77 (1) dan Pasal 69 (c).

Berdasarkan Pasal 12 (a) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39/PMK.04/2014 dinyatakan bahwa terhadap BMN yang merupakan BKC harus dimusnahkan oleh pejabat bea dan cukai atau oleh pihak lain di bawah pengawasan pejabat bea dan cukai.

Sumarna mengatakan, pemusnahan harus sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta tidak boleh menyebabkan atau berdampak pencemaran terhadap lingkungan.

“Untuk itu pelaksanaan pemusnahan bekerja sama dengan PT. Desa Air Cargo Batam yang merupakan perusahaan yang profesional dan memiliki perlengkapan yang memadai dalam hal pemusnahan,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Shafix
Editor : Rumbo

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Eksepsi Ditolak, Sidang Perkara Dju Seng Lanjut ke Pembuktian

BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…

20 menit ago

Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya terhadap USDT/IDR

Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…

3 jam ago

Tangkap Tren Renovasi Hunian, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Masyarakat yang Fleksibel

Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…

3 jam ago

Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…

3 jam ago

MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant

Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…

4 jam ago

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…

4 jam ago

This website uses cookies.