Categories: KRIMINAL

Begini Cara Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkoba

BATAM – Polisi memusnahkan barang bukti dari berbagai kasus narkoba di Kepri. Barang bukti yang dimusnahkan yaitu 24,9 kilogram sabu-sabu, 30 ribu lebih pil ekstasi, dan 5,1 kilogram ganja kering.

Pemusnahan tersebut dilaksanakan di Mapolda Kepri, dipimpin oleh Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, didampingi Dirresnarkoba Polda Kepri serta Perwakilan BNNP Kepri, Bea dan Cukai Kejaksaan Tinggi kepri, BPPOM, Penasehat Hukum dan LSM Granat.

“Barang bukti ini berasal dari tujuh laporan polisi (LP) yang diamankan dari 17 orang tersangka yang dua orang merupakan warga Negara Malaysia,” kata Yan Fitri sesaat sebelum melakukan pemusnahan, Selasa (11/02/2020).

Wakapolda mengatakan keprihatinannya terhadap kondisi wilayah Kepri saat ini, dimana seperti diketahui merupakan jalur masuk peredaran Narkoba, baik yang diedarkan di Kepri maupun di wilayah Indonesia lainnya.

“Sebagian besar tersangka merupakan warga Negara Indonesia dan patut kita prihatin dan sedih melihat kondisi seperti ini, karena para tersangka inilah yang merusak generasi-generasi bangsa, merusak ketahanan Negara kita melalui narkoba dan mereka adalah musuh Bangsa dan Negara” tegas Wakapolda Kepri.

Selanjutnya sebagai bentuk keseriusan dan ketegasan dalam memerangi peredaran narkoba pemusnahan barang bukti pun dilakukan. Adapun pemusnahan dilakukan dengan tiga cara.

Khusus untuk barang bukti sabu-sabu dimusnahkan dengan cara direbus dengan air panas, untuk narkoba jenis Pil Ekstasi di hancurkan dengan cara di blender, sedangkan untuk Narkoba jenis Ganja dibakar.

Seluruh barang bukti narkoba tersebut yang selesai dimusnahkan akan dibuang ke dalam Tangki septik (bahasa inggris: Septic Tank) yaitu suatu kolam atau bak bersekat-sekat yang terbagi-bagi dalam beberapa ruang.

“Berdasarkan dari Laporan Polisi dan Surat Ketetapan Sita dari Kejaksaan Negeri Batam maka pelaksanaan pemusnahan barang bukti dilaksanakan pada hari ini,” katanya.

Lanjut dijelaslan Wakapolda, untuk para tersangka pemilik barang bukti ini dikenakan pasal Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) jo pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 35 Tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman Mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun,” pungkasnya.

(Elang)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bea Cukai Batam Beberkan Alasan Penerbitan SPPB 90 Kontainer Limbah Elektronik asal AS

BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…

2 jam ago

Puragraph Vol. I: Menghubungkan Warisan Sejarah dan Generasi Muda melalui Siluet Arsitektur Heritage Belanda

JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…

5 jam ago

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

8 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

10 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

11 jam ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

11 jam ago

This website uses cookies.