Untuk menekan harga BBM, Presiden Joe Biden kembali melepas 15 juta barel minyak mentah dari cadangan strategis AS dan mempertimbangkan akan menambah lagi jumlahnya pada musim dingin nanti. Beragam reaksi muncul terkait kebijakan ini, mulai yang lega bila harga bensin bisa kembali turun, hingga yang menuding langkah ini hanya demi kepentingan politik. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington, DC.
Sumber: Voice of America
BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…
This website uses cookies.