Polisi dan Bea Cukai Tutup Mata
KARIMUN – swarakepri.com : Menjelang lebaran penyelundupan daging illegal semakin marak di Karimun. Tanpa ada rasa takut ditangkap oleh Aparat Kepolisian dan Bea Cukai, para penyeludup ini secara terang-terangan melakukan bongkar muat di beberapa pelabuhan tikus yang ada.
Seperti dilaporkan kepriterkini.co.id salah satu pelabuhan tikus yang berada disekitar pasar Naga Mas, Baran, kecamatan Meral aktifitas bongkar muat daging illegal tersebut berjalan mulus tanpa ada tindakan dari aparat.
Berbagai jenis daging illegal seperti daging sapi, ayam hingga daging babi illegal tersebut kemudian dengan mudahnya didistribusikan ke pasar-pasar yang ada di Karimun.
Bebasnya aktifitas bongkar muat daging illegal ini tentu bukan tanpa sebab. Aparat Kepolisian dan Bea Cukai diduga kuat sudah menerima setoran dari penyeludup daging illegal tersebut.
Seperti yang diungkapkan Anto, salah seorang pekerja bongkar muat yang mengaku sebagai “tangan kanan” bos penyeludup daging illegal tersebut. Ia mengaku bahwa Polisi dan Bea Cukai sudah menerima setoran dari bosnya. Sehingga tidak perlu takut untuk ditangkap.
“Kita tidak takut kepada wartawan! Polisi dan Bea Cukai sudah kami berikan setoran,” ujarnya dengan enteng.
Anto juga mengatakan bahwa percuma saja wartawan membuat berita mengenai daging illegal di Karimun, karena Polisi dan Bea Cukai sudah diamankan.
“Percuma saja kalian(wartawam,red) membuat beritanya. Kami tidak takut! Polisi dan Bea Cukai sudah kami amankan!! tegasnya lagi.(red/KT)
PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali mencatatkan prestasi atas kontribusi Perusahaan dalam menyukseskan kelancaran mobilitas…
Di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan yang meningkat, masyarakat Indonesia dinilai perlu…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengajak masyarakat Medan dan sekitarnya untuk memanfaatkan momentum hari…
Telkom AI Center Aceh menggelar Technical Workshop Agentic AI secara hybrid yang diikuti lebih dari…
Memasuki dunia perdagangan finansial sering kali membuat para pemula merasa kewalahan dengan banyaknya istilah teknis…
Tren olahraga lari yang terus berkembang di masyarakat mendorong PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menghadirkan…
This website uses cookies.