BATAM – Aksi damai ratusan massa yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Tempatan(Perpat) di depan kantor Badan Pengusahaan(BP) Batam sempat diwarnai aksi lempar botol minuman mineral oleh beberapa pengunjuk rasa ke arah aparat Kepolisian.
Massa yang sebelumnya tertib melakukan orasi mulai tidak sabar karena tidak kunjung ditemui Pimpinan BP Batam untuk menjawab aspirasi mereka menolak Uang Wajib Tahunan Otorita(UWTO).
Terdengar teriakan para pengunjuk rasa yang merasa geram dengan BP Batam sehingga mereka nekat melewati pagar kawat berduri untuk masuk ke kantor BP Batam.
“Turun, turun dan temui kami,” ujar pengunjuk rasa yang telah melewati kawat berduri milik aparat kepolisian.
Meski demikian, aksi melempar botol minuman mineral tersebut bisa diatasi koordinator aksi yang langsung menenangkan para pengunjuk rasa.
“Tenang semua, jangan ada anarkis. Perwakilan Perpat akan menemui pimpinan BP Batam dan akan segera menyampaikan aspirasi kita semua,” ujar koordinator lapangan dari atas mobil komando.
Mendengar arahan tersebut pengunjuk rasa kembali tenang dan memberikan jalan kepada 10 perwakilan Perpat untuk bertemu dengan Pimpinan BP Batam.
JEFRY HUTAURUK
Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…
Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…
Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…
Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…
Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI Region 6 menggelar Kebaktian Bulanan yang berlangsung khidmat di JackOne…
BATAM - Polemik soal legalitas Kelompok Bermain atau Playgroup Djuwita Perkasa akhirnya terungkap di Rapat…
This website uses cookies.