DJBC Khusus Kepri Rilis Hasil Tegahan MMEA Ilegal Senilai 8 M

Karimun – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri Tanjung Balai Karimun rilis hasil tegahan terhadap kapal LCT Hansen Samudera I bermuatan ribuan botol Minuman Mengandung Etil Alkholol (MMEA) atau Minuman Keras di perairan Natuna Indonesia senilai 8.542.250.000.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJBC Khusus Kepri Tanjung Balai Karimun, Agus Yulianto saat menggelar press rilis, Rabu (9/1/2019) di Aula HK Irooth Kantor DJBC Khusus Kepri di Tanjung Balai Karimun. Dikatakan, diamankanya Kapal tersebut berdasarkan adanya kecurigaan petugas Satgas patroli  BC 200008 dan BC 110 saat berpatroli diperairan Natuna.

Petugas yang curiga, tim satgas patroli pun langsung mengikuti dan melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut hingga masuk ke perairan Hotsburght dan dilakukan penegahan dan pemeriksaan terhadao muatan maupun dokumen kapal sekitar Pukul 19.30 pada hari Jumat 4 Januari 2019 lalu.

Saat dilakukan pemeriksaan,  kapal muatan MMEA berbagai merek tersebut tidak dilengkapi dokumen. Berdasarkan hasil interogasi terhadap nakhoda kapal, nakhoda mengakui jika barang miras berbagai merek itu dimuat dari simgapura dengan tujuan ke Palembang Sumatera Selatan.

Selanjutnya, tim Satgas patroli BC yang bertugas langsung mengiring kapal beserta muatan dan 4 orang Anak Buah Kapal (ABK) bersama Nakhoda ke Kanwil DJBC Khusus Kepri guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah dilakukan pembongkaran dan penghitungan muatan, jumlahnya 12.294 botol miras berbagai merek. Total ditafsir senila Rp 8.542.250.000,” jelasnya.

Adapun potensi kerugian negara dari penyelundupan ini, sambungnya, ditafsir senilai Rp 17.800.088.250 dan terdapat unsur pelanggaran tindak pidana kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Undang-ubdang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan bahwa sebelumnya pihaknya juga telah melakukan penegahan terhadap 3 kapal lainya yaitu, Kapal KM Rezeki Doa Ilahi bermuatan 800 batang kayu teki, kapal SB Elang Laut dan SB tanpa nama bermuatan rokok FTZ sebanyak 50 Karton dan Kapal KM Jaya Abadi bermuatan 1510 karung Bawang Merah.

“Untuk Bawang Merah, karena sudah masuk wilayah perairan aceh, kita serahkan terimakan kepada penyidik Kanwil DJBC Aceh untuk proses selanjutnya,” terang Agus.

Press rilis 4 hasil tegahan itu, turut dihadiri Kapolres Karimun yang diwakili oleh Kasat Polair Karimun,  Iptu Sahata Sitorus, Kejaksaan Negeri TBK diwakili Kasi Pidsus, Danlanal TBK dan Komandan Kodim 0317/TBK dalam hal ini diwakili Pasi Intel Kodim 0317/TBK. (Hasian)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Permudah Kepemilikan Motor Premium Lewat Pembiayaan Bunga Mulai 0,7%

Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kebutuhan akan kendaraan roda dua tidak lagi semata-mata…

2 jam ago

BRI Finance Perkuat Struktur Pendanaan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% menjadi salah satu faktor yang terus dicermati…

2 jam ago

Deposito Fleksibel untuk Kebutuhan Tidak Pasti, Opsi Saat Dana Mungkin Dibutuhkan Sewaktu-Waktu

Banyak orang ingin menyimpan dana di deposito karena menawarkan bunga yang umumnya lebih tinggi dibanding…

3 jam ago

Rekomendasi Tempat Jual Beli Tas Mewah Branded Original yang Aman dan Terpercaya

deGadai menjadi salah satu rekomendasi tempat jual beli tas mewah branded original yang aman dan…

3 jam ago

Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu…

6 jam ago

Lepas Penat di Luxor Spa & Massage di K Square Batam

BATAM – Di tengan padatnya aktivitas, kebutuhan akan ruang relaksasi yang nyaman semakin dicari. Bagi…

7 jam ago

This website uses cookies.