Categories: DPRD BATAM

DPRD Batam Gelar Paripurna LKPJ Pemko Batam 2020

BATAM – DPRD Kota Batam menggelar sidang paripurna tentang hasil Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Batam, Selasa (18/5/2021).

Ketua Pansus Mochammad Mustofamenyampaikan bahwa LKPJ merupakan laporan yang memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menyangkut pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

Laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban kepala daerah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance).

LKPJ tahun 2020 yang telah disampaikan oleh Wali Kota Batam merupakan hasil dari implementasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang mengakumulasikan ketepatan sebuah perencanaan.

Ia menyampaikan bahwa dari 76 indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam yang dilaporkan dalam LKPJ 2020 hanya 59 indikator, sedangkan sisanya 17 indikator tidak dilaporkan capaian kinerjanya.

Sebagaimana yang disajikan dalam dokumen LKPJ 2020, bahwa pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan daerah penyusunannya didasarkan atas laporan pelaksanaan program dan kegiatan yang termaktub pada rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2020. Disamping itu, LKPJ 2019 juga disusun berdasarkan RPJMD Kota Batam tahun 2016 – 2021, dimana LKPJ 2020 merupakan tahun tahapan akhir RPJMD untuk mencapai visi dan misi daerah.

Berdasarkan dokumen RPJMD Kota Batam, pengukuran keberhasilan dalam mencapai misi daerah tentang misi, tujuan, sasaran dan indikator kinerja tahun 2016 – 2021. Artinya keberhasilan dan kegagalan dalam mencapai misi daerah menggunakan pengelompokan tujuan dan sasaran beserta target indikatornya sesuai rpjmd kota batam tersebut.

Hasil penelusuran pada BAB V RPJMD Kota BAtam, untuk mengukur 6 misi daerah, telah ditentukan 15 tujuan (tanpa indikator tujuan), 31 sasaran dengan 76 indikator sasaran beserta target kinerjanya, dengan rincian jumlah indikator pengukuran masing-masing misi, sebagai berikut:

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan, akuntabel, dan mengayomi. Dengan Indikator keberhasilan sasaran sebesar 9.

Mewujudkan sdm daerah yang bertaqwa, berdaya saing dan masyarakat yang sejahtera. Dengan Indikator keberhasilan sasaran sebesar 23.

Mewujudkan tata ruang kota yang berwawasan lingkungan, infrastruktur kota yang modern, serta penataan permukiman yang ramah, asri dan nyaman sesuai nilai budaya bangsa. Dengan Indikator keberhasilan sasaran sebesar 27.

Mewujudkan penguatan sektor industri dan peningkatan peran sektor jasa, perdagangan, pariwisata, alihkapal, maritim dan pertanian/perikanan dalam menopang perekonomian daerah. Dengan Indikator keberhasilan sasaran sebesar 5.

Mewujudkan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis umkm dan koperasi yang bersinergi dengan kebutuhan industri dan pasar domestik. Dengan Indikator keberhasilan sasaran sebesar 5.

Mewujudkan percepatan pembangunan di daerah hinterland sebagai penopang dan penyangga perekonomian kota batam. Dengan Indikator keberhasilan sasaran sebesar 7.

Dari pengkajian data pada BAB III dokumen LKPJ 2020, ternyata masih sama dengan LKPJ tahun sebelumnya. Yaitu tidak seluruh indikator sasaran yang targetnya telah ditetapkan dalam RPJMD Kota Batam dilaporkan hasil capaiannya dalam dokumen LKPJ 2020.

Dari 76 indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam rpjmd kota batam yang dilaporkan dalam lkpj 2020 hanya 59 indikator, sedangkan sisanya 17 indikator tidak dilaporkan capaian kinerjanya./Red

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Share
Published by
Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI BO Kramat Jati Ramaikan Jakarta Kreatif Festival 2026

Perwakilan Pekerja BRI Branch Office (BO) Kramat Jati turut ambil bagian dalam kemeriahan Jakarta Kreatif…

5 menit ago

Bank Raya Dukung Generasi Muda Bangun Resiliensi Finansial di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan…

3 jam ago

BRI Finance Perluas Jangkauan Pembiayaan Kendaraan melalui Mini Expo di Kantor Pusat BRI Sudirman

Jakarta, 3 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) segara gencar menghadirkan program…

3 jam ago

Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta. Kedua jenama ini menyelenggarakan Liveable Art Soirée eksklusif berkonsep tinggi di Lumine, Ashta District 8, yang dihadirkan khusus bagi masyarakat SCBD yang dinamis dan sadar akan gaya. Pameran terkurasi ini dirancang untuk masyarakat urban modern yang menghargai desain bersih tanpa kompromi. Acara ini menyoroti keindahan struktural yang tajam dari atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) khas PURAGRAPH. Dengan lipatan struktural, garis asimetris, dan tirai monokrom arsitektural, jajaran busana ini menawarkan pendekatan intelektual yang tajam untuk pakaian kerja sehari-hari. Dipadukan dengan busana resort premium PURANA yang mengusung semangat “Livable Art,” koleksi ini menyajikan lemari pakaian serbaguna bagi para profesional metropolitan. “Lumine di Ashta District 8 merepresentasikan garda terdepan dari desain dan gaya hidup urban global,” ujar Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana. “Kolaborasi kami dengan Anton adalah paduan sempurna untuk lingkungan ini, membuktikan bahwa busana dekonstruktif berkonsep tinggi dan potongan resort yang mengalir dapat menjadi sangat fungsional dan nyaman untuk kehidupan kota sehari-hari. Menyatukan coretan kuas ‘Abundance’ yang ekspresif ke dalam motif dasar orisinal kami menghadirkan kemewahan resort yang bergerak anggun.” “Nuansa arsitektural modern di Lumine sangat cocok dengan garis-garis struktural berani yang saya tuangkan dalam koleksi ini,” tambah seniman kolaborator Anton Afganial. “Ini adalah karya seni yang dibangun untuk kisi-kisi perkotaan. Ketiadaan motif pada atasan Puragraph memungkinkan garis-garis dekonstruktif mentah dari struktur saya serta palet warna yang dinamis dari statement patch menonjol dengan kekuatan yang luar biasa.” “Ashta adalah rumah alami bagi identitas struktural Puragraph,” jelas Maritza Putri, Lead Designer sekaligus representasi Puragraph. “Atasan dekonstruktif hitam dan putih polos kami dirancang khusus bagi para profesional SCBD yang menuntut gaya bersih, tanpa motif, namun sangat intelektual. Dengan menyulinkan karya seni Afganial menjadi selembar statement patch tunggal yang ditempatkan secara cermat, kami membiarkan kelas kreatif mengenakan energi mereka layaknya lencana kehormatan langka di atas siluet kontemporer yang terstruktur.” Para tamu yang menghadiri Liveable Art Soirée satu hari ini akan menikmati konsultasi penataan gaya terkurasi, akses prioritas untuk potongan edisi terbatas, serta pilihan kemasan yang disesuaikan secara eksklusif. Supported by: YATS Colony · EVERNAILS · Four Pillars · Cha Co. Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta.…

3 jam ago

BP Tapera Telah Menyelesaikan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Temuan BPK RI Terkait Ketidaktepatan Sasaran pada Pemeriksaan Tahun 2025

Jakarta, 6 Juli 2026 – Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) BPK di atas 90%…

4 jam ago

Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan…

8 jam ago

This website uses cookies.