Categories: BISNIS

Ekspansi di Asia Tenggara, Bounty Media Raih Pendanaan Pra-A Senilai US$ 1,8 Juta

SINGAPURA – Bounty Media (Bounty), pionir teknologi Zero Party Data dengan platform yang memberdayakan konsumen dan merek yang dipercayainya, mengumumkan pendanaan Pra-A senilai US$ 1,8 juta yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).

Babak pendanaan ini dipimpin oleh SOSV bersama Vectr Fintech Partners, ASTOR Management, Black Kite Capital, Plug and Play Ventures, Quonota Investment, High Cosmos, serta Revium.

“Kami menyaksikan peralihan penting dalam cara merek dan perusahaan media mengakses, memanfaatkan, dan memonetisasi data pribadi milik konsumen,” ujar Mark Munoz, Managing Partner, Vectr Fintech Partners, sosok yang akan bergabung dalam Dewan Direktur.

“Bounty secara unik menyeimbangkan kebutuhan konsumen dan merek lewat cara-cara yang mudah, transparan, serta memenuhi regulasi. Hal tersebut mengatasi kendala global melalui langkah-langkah yang berskala luas sekaligus memberdayakan konsumen untuk mengendalikan data pribadinya.”

Didirikan Claes Loberg dan Jake Denney di Singapura, Bounty merambah Indonesia pada 2021, dan kini memperluas jangkauan operasionalnya ke tiga pasar baru (Thailand, Malaysia, dan Filipina).

Layanan unik Bounty membantu konsumen mengelola data pribadi dan memperoleh imbalan karena telah membagikannya kepada pihak pengiklan terpercaya. Bounty telah memiliki klien di Asia Tenggara yang merupakan tiga dari tujuh pengiklan terbesar di dunia, termasuk Procter & Gamble.

“Kami gembira merampungkan pendanaan yang mengalami kelebihan permintaan ini bersama sejumlah investor dan penasihat terbaik,” kata Loberg.

“Kami kini memperluas tim di Singapura demi melanjutkan visi kami, yakni mengembangkan landasan bagi lokapasar (marketplace) bagi satu miliar konsumen yang ingin menjual datanya senilai $1 per hari.”

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Imigrasi Dalami Keterlibatan WNI di Kasus Scammer Trading di Apartemen Batam

BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih mendalami keterlibatan Warga Negara Indonesia(WNI) pasca penangkapan 210 Warga…

5 jam ago

Liberta Hotel International Hadir di Belajaraya 2026, Dorong Ruang Interaksi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas

Liberta Hotel International turut ambil bagian dalam Belajaraya 2026, sebuah festival kolaboratif yang mempertemukan komunitas,…

6 jam ago

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

23 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

1 hari ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

1 hari ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

1 hari ago

This website uses cookies.