Categories: BATAMHeadlines

Harga Telur Ayam di Batam Terus Melonjak Naik

BATAM – Harga telur ayam di wilayah kota Batam terus melonjak naik hingga saat ini. Kenaikan harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum Idul Fitri tahun 2018.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebelumnya telur ayam dijual normal dengan harga Rp 32.000/papan, akan tetapi jelang perayaan Idul Fitri 2018 mulai merangkak naik pada kisaran harga Rp 39.000/papan. Selanjutnya pada saat perayaan Idul Fitri 2018, telur ayam sudah dijual dengan harga Rp 40.000/papan. Bahkan satu minggu kemudian pasca perayaan Idul Fitri, harga telur terpantau naik lagi hingga mencapai Rp 42.000/papan.

“Kalau sekarang harganya Rp 47.000 per papannya, Mbak. Ini semua telur dari Medan, kalau dari Barelang lebih mahal lagi,” ungkap salah satu pedagang telur di pasar Mitra Raya Batam Center pada Selasa (17/7/2018).

Sementara dari hasil pemantauan harga oleh Disperindag Batam pada Selasa (17/7/2018) di 4 pasar tradisional Batam, yakni pasar Aku Tahu, pasar Tos 3000, pasar Cahaya Garden dan pasar Cik Puan, diperoleh informasi harga rata-rata telur ayam saat ini Rp 45.500/papan. Sementara khusus untuk telur ayam Barelang di pasar Tos 3000 sudah mencapai Rp 48.000/papan.

Kabid Perdagangan Disperindag Batam, Adisti mengatakan kenaikan harga telur saat ini sudah terjadi di tingkat distributor telur yang ada di wilayah kota Batam.

“Kita sudah ke distributor di Barelang, mereka kasih harga 45 ribu per papan ke pedagang. Untuk distributor yang ambil ke Medan, Jambi dan Jawa juga mengalami hal yang sama, mereka kasih harga ke pedagang di angka 41 ribu per papan,” jelasnya.

Lonjakan harga telur saat ini disinyalir terjadi karena hasil produksi sedang menurun. Dilansir dari Kompas, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga mengungkapkan ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan harga telur. Hal tersebut diungkapkan setelah melakukan pertemuan dengan para stake holder terkait dan juga peternak ayam di kantor Kemendag, pada Senin (16/7/2018).

“Dari sisi supply ke pasar sampai ke konsumen terjadi pengurangan yang juga diakibatkan karena masa libur panjang. Ternyata para pekerja di peternakan mau cuti panjang,” jelas Enggar.

Tak hanya itu, cuaca ekstrim juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan harga telur ayam karena produktivitas para peternak ayam menurun.

Enggar menambahkan, kenaikan harga telur tersebut sudah terjadi sejak H-7 Idul Fitri 2018. Akan tetapi, pada tahun sebelumnya, harga telur kembali normal sesudah perayaan Idul Fitri.

Editor : Siska

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

Minat terhadap aset kripto terus meningkat, namun banyak investor pemula masih belum memiliki strategi yang…

1 jam ago

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Di banyak desa pesisir, penghidupan warga sangat bergantung pada musim dan cuaca. Ketika laut tenang,…

1 jam ago

Duluin Raih Startup Terbaik ASEAN, Siap Ekspansi Regional

Duluin, platform Earned Wage Access (EWA) asal Indonesia, meraih gelar Startup of the Year di…

2 jam ago

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…

2 jam ago

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Dukung komitmen PT Pertamina (Persero) dalam pembangunan desa dan daerah tertinggal melalui program Desa Energi…

4 jam ago

Solusi Drone untuk Akuisisi Data hingga Analisis Haul Road Pertambangan

Kondisi haul road yang tidak optimal berdampak langsung pada efisiensi dan keselamatan operasional tambang. Dengan…

4 jam ago

This website uses cookies.