Hari : MV Eagle Prestige Diduduki PT BBM

Sengketa Kepemilikan Kapal MV Eagle Prastige

BATAM – swarakepri.com : Kepala Kantor Pelabuhan(Kakanpel) Batam, Hari Setyobudi mengaku bahwa hingga saat ini kapal MV Eagle Prestige yang sedang diperebutkan beberapa pihak masih diduduki oleh pihak PT Bahari Bina Makmur(BBM) selaku salah satu perusahaan yang mengklaim sebagai pemilik kapal berbendera Panama tersebut.

“Iya, Kapal Eagle Prestige saat ini diduduki oleh PT BBM, ujar Hari didampingi Kabid Syahbandar Kanpel Batam, John Kennedi kepada swarakepri, sore tadi, Kamis(27/3/2014) di lantai 2 Kantor Kanpel Batam seusai menggelar pertemuan dengan para pihak dari perusahaan yang saling mengklaim sebagai pemilik kapal tersebut.

Ketika disinggung mengenai adanya aksi menduduki kapal MV Eagle Prestige oleh pihak PT BBM sementara statusnya kepemilikannya belum jelas, Hari berdalih bahwa sampai saat para pihak yang bersengketa tidak mempersoalkan hal tersebut selama tidak ada olah gerak dari kapal.

“Para pihak yang bersengketa tidak mempersoalkannya selama kapal itu tidak melakukan olah gerak,” ujarnya.

Menurut Hari, pihaknya juga tidak ada rencana untuk “mengusir” pihak yang menduduki kapal MV Eagle Prestige karena akan memancing konflik baru.

“Saya tidak mungkin menyuruh anak buah saya kesana, nanti malah terjadi bentrok,” jelasnya.

Namun demikian Hari mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan beberapa perusahaan yang mengklaim sebagai pemilik MV Eagle Prestige siang tadi(Kamis,red), Hari mengaku sudah menerima 2 dokumen kepemilikan kapal dari PT Masa Batam dan PT Bahari Bina Makmur(BBM).

“Dokumen yang diserahkan PT Masa Batam tercatat pada tahun 2009 sedangkan dari PT BBM tahun 2010. Untuk memastikan keabsahan dari kedua dokumen tersebut, dalam 7 hari kedepan kami akan menyurati negara asal kapal di Panama,” jelasnya.

Hal tersebut menurut Hari merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan pihak Kanpel Batam untuk membantu mengungkap legalitas MV Eagle Prestige dan menyelesaikan sengketa kepemilikan kapal yang diklaim beberapa perusahaan. Sedangkan upaya lainnya untuk memperoleh legalitas kapal bisa dengan melakukan gugatan ke Pengadilan.

“Secara lisan kita(Kanpel,red) sudah berkomunikasi dengan Otoritas Panama selaku negara asal kapal, namun karena ada 2 dokumen kepemilkan MV Eagle Prastige maka kami akan mengirim dua dokumen kapal tersebut ke Panama,” tandasnya.

Seperti diketahui sengketa kepemilikan kapal MV Eagle Prestige mencuat ke publik setelah adanya putusan sita Pengadilan Negeri Batam akhir bulan Februari 2014 lalu terkait adanya gugatan wanpretasi Vijay selaku pembeli kapal terhadap PT Bahari Bina Makmur (BBM).

Setelah informasi adanya putusan sita dari Pengadilan Negeri Batam terhadap kapal MV Eagle Prestige, PT Masa Batam yang mengklaim sebagai pemilik kapal kemudian mengaku dirugikan karena pasca adanya penyitaan kapal tersebut justru dikuasai oleh orang-orang yang tidak berkepentingan.

Direktur PT Masa Batam, Yusrin mengaku memiliki dokumen kapal MV Eagle Prestige sehingga adanya penguasaan terhadap kapal itu salah kaprah apalagi sekelompok orang yang mengusai kapal ini diduga pihak Vijai Kumar Daswani yang sedang bermasalah dengan PT Bahari Bina Makmur (BBM). Kedua pihak tersebut menurutnya tidak ada kaitan dengan kapal, meskipun kedua pihak ini melakukan transaksi terhadap kapal tersebut.

Hal berbeda diungkapkan pihak PT Diamond Marine Internasional ( DMI ) selaku agen pelayaran yang ditunjuk oleh pemilik kapal sejak 26 Agustus 2009. Salah seorang pekerja di PT DMI yang tidak bersedia disebutkan namanya justru mengaku heran dengan adanya beberapa pihak yang mengklaim sebagai pemilik kapal MV Eagle Prestige.

“ PT DMI adalah agen resmi dari pemilik kapal MV Eagle Prestige di Singapura,” ujarnya singkat. (redaksi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bitcoin Pizza Day 2026: Dari Dua Loyang Pizza Menjadi Simbol Pertumbuhan Aset Digital Global dan Indonesia

Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…

1 jam ago

The Long Weekend Edit: Panduan Gaya Menawan untuk Silaturahmi dan Liburan Idul Adha

Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…

2 jam ago

Misteri Terungkap! Ini 2 Perusahaan Sponsor WNA Kasus Scam Trading Baloi View Batam (6)

BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…

4 jam ago

Ngeri! Perusahaan Asal Tiongkok Diduga Paksa Karyawan Kerja 84 Jam per Minggu Tanpa Libur

BATAM – Perusahaan manufaktur asal Tiongkok yang beroperasi di Kawasan Industri Tanjung Uncang Kota Batam…

5 jam ago

Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok…

6 jam ago

Optimisme di Tengah Kenaikan: Harga ATK Diprediksi Normal Seiring Meredanya Konflik Global

Kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu berdampak pada rantai pasok industri alat tulis kantor (ATK)…

7 jam ago

This website uses cookies.