Categories: DPRD BATAM

Hearing DPRD Batam Terkait Impor Limbah Plastik, Ini Penjelasan Surveyor

BATAM – Kerjasama Operasi Sucofindo-Surveyor Indonesia (KSO SCISI) selaku surveyor pelaksana program verifikasi atau penelusuran teknis impor (VPTI) membeberkan metode pemeriksaan atau verifikasi impor limbah plastik saat Rapat Dengar Pendapat atau Hearing di Komisi I DPRD Batam, Senin(8/7/2019).

Andre, perwakilan KSO SCISI menjelaskan, pihaknya melakukan pengawasan terbatas secara visual dengan random sampling limbah plastik sebanyak 10 persen.

“Dalam rapat kami dengan pihak Bea Cukai, karena barang ini limbah, diminta pemeriksaan tidak dilakukan dengan random sampling tapi diperiksa 100 persen,” ujarnya menjawab pertanyaan anggota Komisi I DPRD Batam Harmidi Umar Husen.

Andre menegaskan, dalam menjalankan tugasnya, KSO SCISI mengacu kepada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI Nomor 31 Tahun 2016 Tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun.

“Dengan random sampling 10 persen saja, tidak semua eksportir itu mampu melaksanakan. Kemudian importir komplainnya ke kami, karena merasa dipersulit oleh KSO untuk meloloskan barangnya,” jelasnya.

Andre meyakini bahwa tidak semua importir limbah plastik di Batam sebagai pembeli pernah melihat langsung lokasi buyer.

“Tidak seperti di Indonesia, kontainer bisa masuk ke lokasi pabrik. Pada saat kami sampai ke lokasi dan melakukan pemeriksaan, banyak yang tidak bisa memenuhi. Apalagi setelah diperiksa 100 persen,” kata dia.

Menurut Andre, saat ini importasi limbah, kertas kecuali logam mengalami penurunan drastis, karena eksportirnya tidak bisa menyediakan barang sesuai dengan ketentuan.

“Kami sudah mengusulkan adanya revisi-revisi(aturan), sehingga industri bisa tumbuh tanpa harus mengenyampingkan aspek lingkungan,”pungkasnya.

Sebelumnya anggota Komisi I DPRD Batam, Harmidi Umar Husen dalam hearing tersebut mempertanyakan masalah kelayakan barang yang masuk ke Batam.

“Dari 65 (kontainer), 16 dapat di release dan 49 di reekspor. Kalau ini kecolongan bahaya pak! Kalau misalnya dari 10 kontainer yang masuk, 3 yang di reekspor dan 7 direlease itu masih logika, ini kan lebih dari separuh? tanya Harmidi.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Ekspor Impor Industri Plastik Kepri, Martin mengatakan bahwa hingga saat ini residu dari industri plastik di Batam masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Punggur.

“Sebagai bukti tanggung jawab kami, kami sudah sepakat bahwa asosiasi akan menyediakan mesin insenerator, jadi beban TPA tidak akan ada lagi untuk ke depannya,” ujarnya.

 

 

Penulis : Shafix

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

Redaksi - SWARAKEPRI

Share
Published by
Redaksi - SWARAKEPRI
Tags: DPRD Batam

Recent Posts

20 Kali Perjalanan Sehari, KA Srilelawangsa Permudah Mobilitas Masyarakat Binjai dan Sekitarnya

PT Railink (KAI Bandara) terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman,…

18 menit ago

WGS dan Mavvrik jalin kemitraan strategis untuk menghadirkan solusi FinOps generasi baru di Indonesia dan Asia Tenggara

Walden Global Services (WGS) mengumumkan kemitraan strategis dengan Mavvrik, untuk menghadirkan solusi Financial Operations (FinOps)…

1 jam ago

transcosmos Indonesia Luncurkan Generative AI Chatbot, Terapkan Standar Baru Customer Experience Berbasis AI

Artificial Intelligence (AI) terus berkembang menjadi salah satu teknologi yang paling cepat diadopsi oleh dunia…

2 jam ago

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan ASPRUMNAS untuk Percepat Program Tiga Juta Rumah

Melalui Rakernas ini, BP Tapera berharap sinergi antara pemerintah, asosiasi pengembang, sektor perbankan, dan seluruh…

2 jam ago

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Uji Resistance Baru, Simak Analisis Dupoin Futures

Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Selasa, (21/7). Meski…

4 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi

PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus mempercepat transformasi sumber daya manusia melalui program sertifikasi…

8 jam ago

This website uses cookies.