BATAM – Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih mendalami keterlibatan Warga Negara Indonesia(WNI) pasca penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) terduga pelaku penipuan investasi daring(scam trading) di Apartemen Baloi View, Batam, Kepulauan Riau, Rabu 6 Mei 2026 lalu.
Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra mengatakan bahwa pemilik penginapan(apartemen) dan suplier logistik akan ditelusuri untuk mengungkap kasus scammer trading tersebut.
“Terkait pihak-pihak lain, baik itu supplier(logistik), maupun pemberi penginapan tentu kami arahnya akan kesana, akan ditelusuri lebih dalam. Karena kami juga tidak sendiri dan mendapatkan dukungan penuh dari Kepolisian,”ujarnya saat konperensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat 8 Mei 2026 siang.
Ia menegaskan pihaknya akan mengejar siapapun pelaku yang terlibat dalam aktivitas scammer trading tersebut.
“Hari ini kami belum mendeteksi keterlibatan WNI, tapi kami terus mendalami dan kejar terus siapapun pelaku yang terlibat dalam kejahatan ini baik WNA maupun WNI,”ujarnya,
Wahyu juga menekankan soal keberadaan dua unit mobil Toyota Alphard yang diduga terkait dengan aktivitas scammer trading di apartemen baloi view.
“Dua mobil Alphard itu sudah menjadi pantauan kami, dan saat ini sedang dalam proses pengembangan,”tegasnya.
@swarakepritv Imigrasi Dalami Keterlibatan WNI di Kasus Scammer Trading di Apartemen Batam BATAM – Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih mendalami keterlibatan Warga Negara Indonesia(WNI) pasca penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) terduga pelaku penipuan investasi daring(scam trading) di Apartemen Baloi View, Batam, Kepulauan Riau, Rabu 6 Mei 2026 lalu. Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra mengatakan bahwa pemilik penginapan(apartemen) dan suplier logistik akan ditelusuri untuk mengungkap kasus scammer trading tersebut. “Terkait pihak-oihak lain, baik itu supplier(logistik), maupun pemberi penginapan tentu kami arahnya akan kesana, akan ditelusuri lebih dalam. Karena kami juga tidak sendiri dan mendapatkan dukungan penuh dari Kepolisian,”ujarnya saat konperensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat 8 Mei 2026 siang. Ia menegaskan pihaknya akan mengejar siapapun pelaku yang terlibat dalam aktivitas scammer trading tersebut. “Hari ini kami belum mendeteksi keterlibatan WNI, tapi kami terus mendalami dan kejar terus siapapun pelaku yang terlibat dalam kejahatan ini baik WNA maupun WNI,”ujarnya, Wahyu juga menekankan soal keberadaan dua unit mobil Toyota Alphard yang diduga terkait dengan aktivitas scammer trading di apartemen baloi view. “Dua mobil Alphard itu sudah menjadi pantauan kami, dan saat ini sedang dalam proses pengembangan,”tegasnya. #imigrasi #scammer ♬ suara asli – SwaraKepriTV
Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia
NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan investasi daring(scam trading) oleh Direktorat Jenderal Imigrasi di Batam berkaitan dengan pengungkapan di beberapa wilayah Indonesia sebelumnya.
Page: 1 2
Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…
Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…
Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…
Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…
Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…
Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI Region 6 menggelar Kebaktian Bulanan yang berlangsung khidmat di JackOne…
This website uses cookies.
View Comments