Categories: BATAMKEPRI

Polisi Bantu Imigrasi Ungkap Kasus Scam Trading Libatkan 210 WNA di Apartemen Batam

BATAM – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau(Kapolda Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin mengatakan bahwa tim kepolisian sudah bergabung dengan Imigrasi untuk melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga Negara Asing(WNA) di Apartemen Baloi View Batam.

“Hari ini tim kami sudah mulai bergabung dengan Imigrasi untuk pertukaran data. Selanjutnya kami mulai mengekstrak data tersebut dan melanjutkan investigasi kepada semua orang asing yang ada untuk mendapatkan perbuatan melawan hukum di luar keimigrasian yang dilakukan oleh para pelaku”ujarnya saat konperensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat 8 Mei 2026 siang.

Asep menegaskan jika nantinya ditemukan pelanggaran hukum di luar keimigrasian, pihaknya akan menindaklanjutinya. “Kalau ada pelanggaran hukum di luar keimigrasian, jajaran kepolisian akan menindaklanjutinya,”ujarnya.

Kata dia, proses hukum diluar pelanggaran keimigrasian terhadap 210 WNA tersebut,pihaknya akan berkoordinasi dengan interpol.

“Apakah akan dilanjutkan dengan proses hukum di Indonesia atau kita serahkan ke negara asalnya? itu nanti akan kita selidiki, selanjutnya akan kita diskusikan dengan interpol,”terangnya.

Asep juga menekankan bahwa Kepolisian dan Imigrasi tidak menoleransi wilayah Kepulauan Riau dijadikan sebagai sebagai tempat untuk melakukan perbuatan scam.

“Itu(scam) adalah melanggar hukum dan merugikan semua masyarakat, walaupun korbannya warga negara lain,”tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar melaporkan ke pihak kepolisian dan imigrasi jika menemukan kegiatan scam.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan hal-hal serupa, bisa menyampaikan kepada kami, Imigrasi maupun Polda Kepri sehingga kita bisa melakukan tindakan,”pungkasnya.

@swarakepritv Imigrasi Dalami Keterlibatan WNI di Kasus Scammer Trading di Apartemen Batam BATAM – Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih mendalami keterlibatan Warga Negara Indonesia(WNI) pasca penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) terduga pelaku penipuan investasi daring(scam trading) di Apartemen Baloi View, Batam, Kepulauan Riau, Rabu 6 Mei 2026 lalu. Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra mengatakan bahwa pemilik penginapan(apartemen) dan suplier logistik akan ditelusuri untuk mengungkap kasus scammer trading tersebut. “Terkait pihak-oihak lain, baik itu supplier(logistik), maupun pemberi penginapan tentu kami arahnya akan kesana, akan ditelusuri lebih dalam. Karena kami juga tidak sendiri dan mendapatkan dukungan penuh dari Kepolisian,”ujarnya saat konperensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat 8 Mei 2026 siang. Ia menegaskan pihaknya akan mengejar siapapun pelaku yang terlibat dalam aktivitas scammer trading tersebut. “Hari ini kami belum mendeteksi keterlibatan WNI, tapi kami terus mendalami dan kejar terus siapapun pelaku yang terlibat dalam kejahatan ini baik WNA maupun WNI,”ujarnya, Wahyu juga menekankan soal keberadaan dua unit mobil Toyota Alphard yang diduga terkait dengan aktivitas scammer trading di apartemen baloi view. “Dua mobil Alphard itu sudah menjadi pantauan kami, dan saat ini sedang dalam proses pengembangan,”tegasnya. #imigrasi #scammer ♬ suara asli – SwaraKepriTV

Imigrasi Dalami Keterlibatan WNI di Kasus Scammer Trading di Apartemen Batam

Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih mendalami keterlibatan Warga Negara Indonesia(WNI) pasca penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) terduga pelaku penipuan investasi daring(scam trading) di Apartemen Baloi View, Batam, Kepulauan Riau, Rabu 6 Mei 2026 lalu.

@swarakepritv Polisi Bantu Imigrasi Ungkap Kasus Scam Trading Libatkan 210 WNA di Batam BATAM – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau(Kapolda Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin mengatakan tim kepolisian sudah bergabung dengan Imigrasi untuk melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga Negara Asing(WNA) di Apartemen Baloi View Batam. "Hari ini tim kami sudah mulai bergabung dengan Imigrasi untuk pertukaran data. Selanjutnya kami mulai mengeksteak data tersebut dan melanjutkan investigasi kepada semua orang asing yang ada untuk mendapatkan perbuatan melawan hukum diluar keimigrasian yang dilakukan para pelaku"ujarnya saat konperensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat 8 Mei 2026 siang. Asep menegaskan jika nantinya ditemukan pelanggaran hukum diluar keimigrasian, pihaknya akan menindaklanjutinya. "Kalau ada pelanggaran hukum diluar keimigrasian, jajaran kepolisian akan menindaklanjutinya,"ujarnya. Kata dia, proses hukum diluar pelanggaran keimigrasian terhadap 210 WNA tersebut,pihaknya akan berkoordinasi dengan interpol. "Apakah akan dilanjutkan dengan proses hukum di Indonesia atau kita serahkan ke negara asalnya? itu nanti akan kita selidiki, selanjutnya akan kita diskusikan dengan interpol,"terangnya. Asep juga menekankan bahwa Kepolisian dan Imigrasi tidak mentoleransi wilayah Kepilauan Riau dijadikan sebagai sebagai tempat untuk melakukan perbuatan scam. "Itu(scam) adalah melanggar hukum dan merugikan semua masyarakat, walaupun korbannya warga negara lain,"tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar melaporkan ke pihak kepolisian dan imigrasi jika menemukan kegiatan scam. "Kami menghimbau kepada masyarakat, apabila menemukan hal-hal serupa, bisa menyampaikan kepada kami, Imigrasi maupun Polda Kepri sehingga kita bisa melakukan Tindakan,"pungkasnya. #imigrasi #kapoldakepri #scammer ♬ suara asli – SwaraKepriTV

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra mengatakan bahwa pemilik penginapan(apartemen) dan suplier logistik akan ditelusuri untuk mengungkap kasus scammer trading tersebut.

“Terkait pihak-pihak lain, baik itu supplier(logistik), maupun pemberi penginapan tentu kami arahnya akan kesana, akan ditelusuri lebih dalam. Karena kami juga tidak sendiri dan mendapatkan dukungan penuh dari Kepolisian,”ujarnya saat konperensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat 8 Mei 2026 siang.

Ia menegaskan pihaknya akan mengejar siapapun pelaku yang terlibat dalam aktivitas scammer trading tersebut.

“Hari ini kami belum mendeteksi keterlibatan WNI, tapi kami terus mendalami dan kejar terus siapapun pelaku yang terlibat dalam kejahatan ini baik WNA maupun WNI,”ujarnya,

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Oxygen.id Luncurkan Paket Stream Sport 200Mbps dan Gratis Nonton Piala Dunia

Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…

4 jam ago

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…

4 jam ago

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…

5 jam ago

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah, ITSEC Asia (IDX:CYBR) Perkenalkan Bronyx.AI

Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…

8 jam ago

Di Tengah Gejolak Harga Sawit, Holding Perkebunan Nusantara Konsisten Serap TBS Petani

Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…

9 jam ago

PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema Kuasa Tuhan Bekerja

Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI Region 6 menggelar Kebaktian Bulanan yang berlangsung khidmat di JackOne…

12 jam ago

This website uses cookies.