Categories: HUKRIM

Intan belum Dituntut, PN akan Surati Kejari Batam

Terkait Kasus Pemalsuan Dokumen Kapal MV Engedi eks Eagle Prestige

BATAM – swarakepri.com : Tuntutan terhadap terdakwa kasus pemalsuan dokumen kapal MV Engedi eks MV Eagle Prestige, Hamidah Asmara Intani alias Intan kembali batal dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum(JPU) Wahyu Susanto dalam persidangan yang gelar hari ini,Rabu(24/9/2014). Sama seperti alasan sebelumnya, kali ini Wahyu kembali mengatakan tuntutan belum siap sehingga belum bisa dibacakan dipersidangan.

“Kami minta waktu hingga besok(Kamis,red) untuk membacakan tuntutan,” ujar Wahyu ketika ditanyakan Ketua Majelis Hakim Cahyono didampingi Nenny Yulianny selaku Hakim Anggota.

Atas permintaan JPU tersebut, Majelis Hakim akhirnya kembali menunda sidang hingga besok hari Kamis tanggal 25 September 2014 untuk mendengarkan tuntutan JPU.

“Kita tunda besok pagi(Kamis,red) untuk mendengarkan tuntutan JPU,” kata Cahyono sambil mengetuk palu.

Jaksa Penuntut Umum(JPU), Wahyu Susanto ketika dikonfirmasi mengenai alasan belum siapnya tuntutan enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan bahwa tuntutan belum siap sehingga belum bisa dibacakan dipersidangan.

“Tuntutan belum siap,” ujarnya singkat.

Terkait belum siapnya tuntutan JPU tersebut, Humas PN Batam yang juga bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim dalam perkara ini mengaku masih memberikan toleransi kepada JPU hingga besok(Kamis). Namun jika dalam persidangan besok, JPU juga belum membacakan tuntutan, Pengadilan Negeri Batam akan langsung mengirim surat kepada pihak Kejaksaan.

“Hari ini masih kita berikan toleransi, tapi jika besok tuntutan juga belum dibacakan, kami akan menyurati Kejari Batam dan ditembuskan ke Kejagung RI dan Kejati Kepri,” tegas Cahyono.

Cahyono juga mengatakan pembacaan tuntutan dalam kasus Intan ini seharusnya tidak boleh ditunda-tunda mengingat masa penahanan terdakwa akan berakhir pada tanggal 30 September 2014 mendatang. Namun demikian Cahyono mengatakan bahwa adanya penundaan pembacaan tuntutan tersebut tidak akan mempengaruhi pertimbangan Majelis Hakim untuk mengambil keputusan.

“Kita(Majelis Hakim) sudah mempunyai pertimbangan, tidak ada masalah untuk membuat putusan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum(JPU) terhadap terdakwa kasus pemalsuan dokumen kapal MV Engedi eks MV Eagle Prestige, Hamidah Asmara Intani alias Intan batal digelar hari ini, Selasa(23/9/2014) di Pengadilan Negeri Batam. Pembacaan tuntutan kasus pemalsuan pemalsuan dokumen kapal MV Engedi eks Eagle Prestige ini ditunda hingga hari rabu(besok) tanggal 24 September 2014 karena tuntutan belum siap. (redaksi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Region 6 Gelar Pendidikan Leadership & Managerial Skill Bertema “Data Analysis Using Data For Better Individual Decision”

Dalam upaya meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data, BRI Region 6 menyelenggarakan…

3 jam ago

Libur Tahun Baru Islam 1448 H, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 13 Ribu Pelanggan

Momen libur akhir pekan yang dilanjutkan dengan libur nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan…

4 jam ago

Kasus Narkotika, Dua Eks Karyawan First Club Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis 6 tahun penjara dan denda Rp1…

21 jam ago

Ultraman Hadir di Mall of Indonesia, Rayakan 60 Tahun Sang Pahlawan Legendaris

Merayakan 60 tahun perjalanan sang pahlawan legendaris, Ultraman hadir di Mall of Indonesia dari 12…

24 jam ago

Efisiensi Operasional BRI Finance Menguat di Tengah Tingginya Cost of Fund

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat efisiensi operasional di tengah tantangan industri pembiayaan…

1 hari ago

SPMB Online SCALA by Metranet Hadirkan Sistem Penerimaan Peserta Didik Terintegrasi Andal

Solusi digital end-to-end yang membantu pemerintah daerah dan institusi pendidikan mengelola proses penerimaan secara lebih…

1 hari ago

This website uses cookies.