BATAM – Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan kota Batam tetap berstatus Free Trade Zone (FTZ). Ini diungkapkan Kalla pada saat menghadiri kegiatan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Apindo ke-29 di Batam, pada Selasa (2/4/2019) di Batam.
“FTZ tidak berbeda jauh dengan KEK. Kita tetap berprinsip FTZ tetap berlaku di Batam, tidak akan berubah, yang kita ubah adalah dualisme,” kata Jusuf Kalla sebagai jawaban atas kebimbangan Apindo Kepri mengenai kepastian status yang berlaku di kota Batam.
Dalam acara Rakerkonas tersebut, Ketua Apindo Kepri, Ir Cahya meminta kepada Wapres Jusuf Kalla agar status FTZ di kota Batam tidak diganti. Ini diungkapkannya sebagai respon atas rencana pemerintah yang merencanakan perubahan status FTZ Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Kami pengusaha dan masyarakat masih menilai sampai saat ini FTZ yang terbaik buat kami. Seperti yang kami lihat, bahwa 11 KEK di Indonesia, belum satupun yang dikategorikan berhasil dan kami tentu tidak ingin nasib Batam menjadi yang ke-12 memiliki nasib yang sama,” ungkap Cahya.
Kejelasan mengenai status Batam juga dipertegas kembali oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution yang ikut hadir mendampingi Wapres Jusuf Kalla pada saat jumpa pers dengan awak media di kantor BP Batam.
“FTZ tetap jalan, KEK bisa di dalam (Batam) tapi FTZ eksis,” terang Darmin.
Editor : Siska
BINUS University terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pendidikan berstandar internasional bagi mahasiswa. Salah satu…
Merayakan kemenangan regional di Healthcare Asia Awards 2026, IndoPsyCare memperkuat lanskap kesehatan nasional melalui peresmian…
Di saat dunia tidak stabil, yang paling berharga bukan hanya aset yang Anda miliki, tetapi…
Pasar keuangan global adalah sebuah ekosistem yang sangat dinamis, di mana harga aset berfluktuasi berdasarkan…
LRT Jabodebek dan Pemkot Bekasi gelar audiensi pada Kamis (16/4) untuk selaraskan peningkatan layanan dan…
Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai refleksi atas perjuangan Raden Ajeng…
This website uses cookies.