Categories: Lingga

Kades Maroktua Minta BPN Lingga Transparan Soal Sertifikat Tanah Warganya

LINGGA – Kepala Desa Marok Tua Safarudin mempertanyakan peneribitan sertifikat tanah milik warganya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lingga. Pasalnya saat ingin mengambil sertifikat tanah milik masyarakat Marok Tua petugas BPN berdalih bahwa sertifikat tersebut datanya hilang.

Safarudin merasa pelayanan di kantor BPN seolah melalaikan tugasnya, sebab ia sudah 6 kali pergi ke kantor BPN untuk mengambil sertifikat tanah tersebut sejak tahun 2019 lalu hingga 2021 tak kunjung tuntas.

“Kami ke kantor BPN tadi ingin mengambil sertifikat tanah yang sudah jadi dan sudah 6 kali pergi ke kantor BPN tidak ada hasil pokoknya pelayanan tidak bagus,” kata Safarudin pada Selasa (22/6/2021)

Dijelaskan Safarudin bahwa petuga BPN Lingga menyebutkan data warga Desa Marok Tua hilang. Safarudin mempertanyakan bagaimana nasib sertifikat tanah warganya kalau data tersebut hilang.

“Petugasnya mengatakan data tersebut hilang dan kami disuruh menunggu hari ini tapi tanpa ada kejelasan,” kesalnya.

Safarudin menjelaskan para petugas juga seolah mempersulit Kades Merok Tua untuk mengambil sertifikat tersebut.

“Banyak alasan dari mereka yang berbelit-belit, karena kita ngurus kesana bukan tidak menggunakan transportasi dan jaraknya juga cukup jauh,” jelasnya

Menurut Safarudin jika memang sertifikat tersebut harus dibayar pihaknya siap untuk membayar. Yang penting jelas kemana sertifikat tersebut.

“Kalau memang sertifikat itu ada bilang ada kalau tidak ada bilang tidak ada dan kalau tidak ada kemana. Kalau pun harus bayar kita siap bayar, padahal program tersebut diberikan secara gratis,” ungkapnya

Safarudin berharap kepada BPN agar dapat transparan dalam mengurus. Sehingga pihaknya tidak ditanyakan oleh warga kemana sertifikat tanah tersebut.

“Masyarakat saya setiap hari datang ke kantor bertanya dengan saya surat kuasa sudah kami beri tapi nyatanya sertifikat tidak dapat sampai hari ini,” tegasnya./Ruslan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

6 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

10 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

12 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

13 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

13 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

13 jam ago

This website uses cookies.