Seorang Ibu menggendong balitanya saat mengantri
BATAM – Antrian warga untuk mendapatkan formulir pencairan Jaminan Hari Tua(JHT) di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Nagoya mulai memanas, Senin(4/4/2016) pukul 03.15 WIB.
Meskipun kantor BPJS baru dibuka pukul 08.00 WIB, ratusan warga yang telah menginap di sekitar kantor tersebut khawatir ada pihak-pihak yang mempermainkan antrian.
Sebelumnya, warga sudah membuat daftar nama setiap peserta sebanyak 100 orang bagi yang sudah mengantri sejak Minggu malam. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kuota yang disediakan pihak BPJS.
Untuk memastikan nama-nama yang tertulis di daftar tersebut, seorang warga yang ditunjuk sebagai koordinator membacakan satu persatu nama yang ada.
“Slamet Riadi, tidak ada ya, lanjut,” teriak koordinator membacakan nama-nama warga di pintu belakang kantor BPJS.
Melihat koordinator membacakan nama-nama tersebut, salah satu warga yang ikut mengantri juga berteriak dan meminta agar nomor antrian yang dibacakan sesuai dengan daftar kedatangan di lokasi.
Suasana dibelakang kantor BPJS Ketenagakerjaan Nagoya ini sempat memanas karena warga yang ada saling berteriak dan memprotes koordinator saat membacakan nama-nama yang ada.
“Woii, manggilnya sesuai nomor antriannya lah, jangan loncat-loncat,” teriak seorang pemuda yang memakai jaket merah lengan panjang sambil menunjuk kearah koordinator.
Disaat yang bersamaan, beberapa warga yang baru datang di lokasi juga melakukan protes ke koordinator karena sudah tidak bisa menuliskan namanya pada daftar antrian.
“Semalam(Minggu,red), sekuriti bilang suruh antri jam 4 pagi, gimana sih,” ujarnya kesal.
Saat berita ini diunggah, ratusan warga memilih duduk lesehan dibelakang kantor sambil menunggu kantor BPJS dibuka pada jam 8 pagi.
(red/dro/cr 4)
Komite Eksekutif Tokyo International Projection Mapping Award dengan senang hati mengumumkan bahwa TOKYO LIGHTS 2026,…
Minat terhadap aset kripto terus meningkat, namun banyak investor pemula masih belum memiliki strategi yang…
Di banyak desa pesisir, penghidupan warga sangat bergantung pada musim dan cuaca. Ketika laut tenang,…
Duluin, platform Earned Wage Access (EWA) asal Indonesia, meraih gelar Startup of the Year di…
PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…
Dukung komitmen PT Pertamina (Persero) dalam pembangunan desa dan daerah tertinggal melalui program Desa Energi…
This website uses cookies.