JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa sejumlah pejabat Bea Cukai terkait kasus dugaan korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan Tahun 2015-2016 dengan tersangka Thomas Trikasih Lembong(Tom Lembong), pada Kamis 28 November 2024.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
“DA selaku Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (TMP) B Medan, dan WA selaku Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik, CU selaku Kepala Subdirektorat Impor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, MTD selaku Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Marunda,” ujarnya pada Kamis 28 November 2024.
Diketahui, MTD(Muhtadi) Eks Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Madya pabean A Marunda saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea dan Cukai Batam.
Harli mengatakan pemeriksaan para saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas-berkas yang diperlukan dalam kasus tersangka Tom Lembong.
“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” pungkasnya.
Adapun Kejaksaan Agung telah menetapkan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong sebagai tersangka kasus korupsi impor gula pada Selasa, 29 Oktober 2024.
Penetapan ini didasarkan pada dugaan keterlibatannya dalam penerbitan izin impor gula kristal mentah sebesar 105 ribu ton pada periode 2015-2016 saat ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan.
Page: 1 2
Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…
Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…
BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…
BATAM – Perusahaan manufaktur asal Tiongkok yang beroperasi di Kawasan Industri Tanjung Uncang Kota Batam…
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok…
Kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu berdampak pada rantai pasok industri alat tulis kantor (ATK)…
This website uses cookies.