Kantor Kejaksaan Negeri Batam/ist
BATAM – swarakepri.com : Kepala Seksi Pidana Khusus(Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Batam, Tengku Firdaus menegaskan bahwa penyelidiakan kasus kunjungan kerja fiktif di DPRD Batam masih berjalan.
“Sejauh ini kita sudah meminta keterangan 4 anggota Dewan, Sekwan dan beberapa Staf di Sekretariat DPRD Batam. Proses masih tetap berjalan,” ujarnya kepada swarakepri.com, sore tadi, Kamis(9/7/2015) diruang kerjanya.
Firdaus juga mengatakan Kejaksaan Negeri Batam tetap komitmen untuk mengungkap kasus ini dengan menggali alat bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
“Kasus ini akan digali terus,” pungkasnya.
Seperti diketahui penyelidikan kasus kunker fiktif dan mark up anggaran kunker di DPRD Batam ini ditangani Kejaksaan sejak bulan Mei 2015 lalu, setelah menjadi headline pemberitaan di media lokal yang ada di Batam.
Pihak Kejaksaan sebelumnya juga telah meminta data perjalanan anggota Dewan termasuk data agenda kunjungan kerja (kunker) dari Sekretariat DPRD Batam.
Informasi yang diperoleh dilapangan, modus kunker fiktif yang dilakukan anggota Dewan ini beragam. Ada anggota dewan yang memang ikut berangkat ke luar kota, tapi tidak mengikuti agenda kunker di daerah tujuan. Melainkan liburan atau kepentingan lain di luar agenda kunker. (red/rudi)
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas…
Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan…
Pada Mei 2026, KAI Logistik berhasil mencatatkan kinerja keseluruhan angkutan barang dengan volume sebesar 1.658.622…
Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK dinilai menjadi momentum penting…
Dalam proses pendidikan tinggi, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik di…
BINUS University terus memperkuat revitalisasi Pasar Bunga Rawa Belong sebagai pusat florikultura terbesar di Asia…
This website uses cookies.
View Comments
gak dinas gak dewan smua makan uang rakyat,teerlalu,lama2 dimakan rayap
Semua perlu makan ,apapunada kita makan yg penting bisa makan bro ha ha baca cerita bank ekonomi ,petinggi no1 aja juga makan ha ha dunia terlalu tua