Categories: HUKUM

Kekerasan Seksual di Kementerian Koperasi, Tim Independen Rekomendasikan Perberat Sanksi

Tim Independen Pencari Fakta, Pencegahan, dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) merekomendasikan sanksi berat kepada pelaku pemerkosaan.

JAKARTA – Tim Independen telah menyerahkan rekomendasi kerja tim kepada Menteri Koperasi dan UKM, Selasa (22/11). Tim ini dibentuk pada 26 Oktober 20222 dan telah bekerja kurang dari satu bulan.

Ketua Tim Independen, Ratna Batara Munti mengatakan, tim menyimpulkan penyelesaian kasus kekerasan seksual di KemenkopUKM tidak tuntas. Antara lain karena adanya penghentian kasus (SP3) dari kepolisian, perjanjian damai, hingga pernikahan antara korban dengan terduga pelaku berinisial ZPA sebagai cara untuk membebaskan diri dari jeratan hukum. Selain itu, tim menemukan hubungan kekerabatan yang cukup dekat antara sebagian terduga pelaku dengan pejabat di lingkungan kementerian.

“Kami bekerja sangat memperhatikan urgensi dan harapan kita, agar penanganan dari korban bisa cepat dan benar-benar diproses kembali,” ujar Ratna Batara Munti, Selasa (22/11/2022).

Ratna menambahkan tim juga menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran, maladministrasi, dan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat kementerian dalam penyelesaian kasus. Karena itu, ia merekomendasikan Menteri Koperasi untuk memperberat sanksi kepada empat terduga pelaku yang masih bekerja di kementerian. Dua terduga pelaku utama yang berstatus ASN agar diberhentikan. Sedangkan dua terduga pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini yakni satu tenaga honorer untuk diputus kontraknya dan satu pegawai diturunkan masa jabatannya.

“Kita melihat (baca: sanksi) dari berat ringannya keterlibatan (baca: terduga para pelaku kekerasan seksual) tersebut,” tambah Ratna.

Selain itu, Tim Independen juga merekomendasikan Menteri Koperasi dan UKM untuk membubarkan Majelis Etik yang telah dibentuk karena tidak berjalan efektif. Tim meminta Menteri membentuk Majelis Etik yang baru yang bersih dari relasi kekerabatan dengan terduga pelaku atau korban.

Menteri Koperasi dan UKM juga diminta memperbaiki kode etik dan kode perilaku ASN di kementerian dengan membentuk Tim Independen Internal untuk merespons pengaduan-pengaduan. Menurut Ratna, semua rekomendasi tersebut telah disetujui oleh Menteri Koperasi dan akan ditindaklanjuti.

Mahfud MD: Proses Hukum Kasus Pemerkosaan di Kementerian Terus Jalan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD juga telah menegaskan bahwa proses hukum kasus pemerkosaan di Kementerian Koperasi terus berjalan. Keputusan tersebut diambil setelah Mahfud rapat dengan sejumlah kementerian lembaga terkait kasus ini. Menurutnya, penghentian kasus ini (SP3) di kepolisian telah dibatalkan.

“Oleh sebab itu kepada empat tersangka dan tiga saksi yaitu N, MF, WH, ZPA, kemudian saksinya yang dianggap terlibat A,T dan H supaya terus diproses pengadilan,” jelas Mahfud, Senin (21/11/2022).

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…

24 menit ago

Pengajian Rutin di Jackone Hall, Pekerja BRI Region 6 Perdalam Pemahaman Ibadah

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…

2 jam ago

PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…

3 jam ago

Analisa Pasar FLOQ: Ketegangan Perang Dagang dan Pelemahan Ekonomi AS Dorong Minat Investor ke Bitcoin

Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…

3 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Transformasi, PTPN I Fokus Digitalisasi dan Hilirisasi

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…

3 jam ago

Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…

3 jam ago

This website uses cookies.