Categories: NASIONAL

Kepala PPATK: Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme Makin Meningkat

JAKARTA – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae, menyampaikan perlunya Direktur Kepatuhan perbankan untuk terus menjaga integritas sekaligus meningkatkan kompetensi.

Pernyataan ini seiring dengan risiko tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau tindak pidana pendanaan terorisme (TPPT) yang terus meningkat di era digital, serta instrumen keuangan yang semakin kompleks.

“Peran dan Fungsi Kepatuhan dalam Penerapan APUPPT sesuai Ekspektasi PPATK sebagai Regulator,” katanya dalam Workshop Sertifikasi Kepatuhan Level 3 (Eksekutif) yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP), Kamis, (18/2/2021) lalu.

“Risiko lainnya adalah terjadi eksploitasi perbedaan regulasi dan pengawasan (regulatory and supervisory arbitrage) berbagai negara, yang membutuhkan komitmen penerapan standar global anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme,” kata Kepala PPATK silansir dari ppatk.go.id.

Dalam cara itu ia mengurai kriteria Direktur Kepatuhan dengan kepatuhan terhadap berbagai prinsip, seperti independensi dalam bentuk tidak rangkap jabatan dan independen dalam bersikap, integritas dalam bentuk walk the talk, profesional dalam bentuk kompetensi dan pengalaman memadai, serta forward looking dalam mengidentifikasi dan memitigasi risiko APUPPT, termasuk dalam mengantisipasi potential threat.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa sebagai mitra kerja perbankan, PPATK terus menjalankan upaya mitigasi risiko APUPPT.

Berbagai upaya tersebut diwujudkan antara lain dalam bentuk implementasi aplikasi pelaporan goAML, pembangunan basis data politically exposed persons (PEPs), pengukuran Financial Integrity Rating (FIR), pembangunan aplikasi Sistem Informasi Terduga Pendanaan Terorisme (SIPENDAR), meluncurkan kemitraan strategis pemerintah dan sektor privat (Public-Private Partnership/PPP), hingga optimalisasi Indonesian Financial Intelligence Institute (IFII) sebagai sarana peningkatan kompetensi pemangku kepentingan APUPPT.

“PPATK juga telah mengatur ketentuan standar minimum teknologi informasi, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya untuk optimalisasi program APUPPT,” urainya.

Kepala PPATK juga menjelaskan berbagai concern PPATK dalam penerapan program APUPPT, khususnya terkait risiko kepatuhan.

Diantranya yaitu perlunya komitmen untuk membangun budaya kepatuhan & awareness terhadap risiko APUPPT, independensi dalam menetapkan transaksi keuangan mencurigakan dan melaporkannya kepada PPATK, hingga perubahan mindset agar perubahan aplikasi pelaporan menjadi goAML diikuti dengan perbaikan kualitas pelaporan. 

Dalam evaluasinya terhadap pelaporan transaksi menggunakan aplikasi goAML, disebutkan bahwa baru 42 Bank Umum yang sudah menyampaikan laporan sesuai dengan ketentuan.

Ia mengharapkan agar seluruh Bank Umum dapat segera menyampaikan laporannya sesuai ketentuan, serta memperbaiki kualitas dari penyampaian laporan tersebut.

Ketua FKDKP, Fransiska Oei, menyampaikan betapa penting bagi lembaganya untuk terus menjalin sinergi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan. Khususnya PPATK yang merupakan focal point pencegahan dan pemberantasan TPPU dan TPPT.

“Apresiasi juga kepada PPATK atas peluncuran kemitraan strategis dalam bentuk Public-Private Partnership, yang diharapkan menjadi sinergi positif pelaku industri perbankan, khususnya FKDKP, dengan PPATK dalam mendukung penegakan hukum,” pungkas Fransiska./Red/AB

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…

4 menit ago

Analisa Pasar FLOQ: Ketegangan Perang Dagang dan Pelemahan Ekonomi AS Dorong Minat Investor ke Bitcoin

Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…

5 menit ago

Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Transformasi, PTPN I Fokus Digitalisasi dan Hilirisasi

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…

6 menit ago

Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…

53 menit ago

Dukung Pertumbuhan Berkelanjutan, BRI Finance Jalin Sinergi Strategis dengan Kejaksaan Negeri Sleman

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas pembiayaan serta penerapan…

58 menit ago

Mengenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan Manajemen Bisnis di Balik KLTC® Group yang Mendorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

Di tengah maraknya pelatihan yang minim dampak dan kualitas trainer yang belum merata, Puguh Dwi…

2 jam ago

This website uses cookies.