Categories: NASIONAL

KPK : Penyidik Bea Cukai Rawan Lakukan Penyimpangan

JAKARTA – Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut penyidik pegawai negeri sipil pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai rawan menyelewengkan tugas dan kewenangan.

KPK meminta Presiden Joko Widodo memberikan kewenangan penindakan di sektor itu kepada instansi penegak hukum lain, seperti kepolisian dan kejaksaan.

“Bila kewenangan diberikan pada satu instansi, cepat atau lambat akan timbul arogansi yang mengakibatkan hal-hal negatif, mungkin terjadi penyimpangan-penyimpangan,” kata Basaria di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/5).

Basaria menuturkan, KPK saat ini menyoroti sektor bea dan cukai. Ia berkata, hal itu ditunjukkan dengan sejumlah sidak yang KPK lakukan ke kantor bea dan cukai.

KPK, kata Basaria, menilai penyelewengan di sektor tersebut dapat merugikan pelaku usaha, terutama para pengusaha yang tidak memiliki jaringan ke pejabat kepabeanan korup.

“Dalam pelaksanaannya, ini mengakibatkan para pengusaha di luar yang tidak punya link dengan orang-orang tertentu di Bea dan Cukai menjadi tutup (gulung tikar). Itu faktanya,” kata Basaria.

Untuk membagi kewenangan penyidikan di bea dan cukai, Basaria mendorong Jokowi mengubah sejumlah peraturan. “Itu yang kami coba ajukan tadi. Memang tidak akan makan waktu yang cepat karena perubahan itu tidak bisa sebentar,” tuturnya.

Maret lalu KPK setidaknya dua kali diberitakan menyidak kantor Bea dan Cukai di Jakarta. Langkah hukum itu dilakukan untuk melengkapi penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat eks hakim MK Patrialis Akbar.

Kepala Seksi Penyidikan I pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Aris Murdyanto, menjadi terperiksa pada kasus tersebut.

Selain Aris, KPK juga memeriksa Kepala Seksi Intelijen I Bagus Endro Wibowo serta Kepala Seksi Penindakan I Wawan Dwi Hermawan. Keduanya juga berstatus pejabat di kantor Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

 
Editor : Roni Rumahorbo

Sumber : CNN Indonesia

Roni Rumahorbo

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

7 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

11 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

12 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

13 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

13 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

13 jam ago

This website uses cookies.