Categories: KEPRI

Kunjungi Tanjung Batu Kundur, Richard Pasaribu Serap Aspirasi Rakyat

KEPRI – Anggota DPD RI Perwakilan Kepulauan Riau, Dr. Richard Pasaribu secara khusus mengunjungi Tanjung Batu Kundur, Kabupaten Karimun, pada Senin (21/3).

Dalam agenda kunjungan dua hari tersebut, Dr. Richard Pasaribu menghadiri Pengukuhan Pimpinan Anak Cabang Pemuda Batak Bersatu (PAC PBB) Kepulauan Kundur serta menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pada saat Pengukuhan Pimpinan Anak Cabang Pemuda Batak Bersatu (PAC PBB), Dr. Richard Pasaribu mengapresiasi kehadiran Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si.

“Kita sangat mengapresiasi kehadiran Pak Aunur (Bupati Karimun), meskipun ini tingkat PAC, ini menjadi bukti bahwa pembinaan terhadap ormas di Karimun ini oleh Pemda berjalan baik tanpa membeda-bedakan,” kata Richard.

Richard Pasaribu berharap kehidupan masyarakat Karimun yang tentram dan damai dapat tetap terjaga walaupun penduduknya terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan antar golongan.

“Kami sebagai orang Batak yang hidup di tanah Melayu dengan semua stakeholder akan tetap menjaga ketentraman dan kedamaian Karimun ini,” tambah Richard.

Sementara saat menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan agama, Dr. Richard Pasaribu menerima berbagai aspirasi terkait masalah dan isu terkini yang ada di Tanjung Batu. Di antaranya masalah pengembangan kawasan Kepulauan Kundur yang masih belum banyak perkembangan padahal sudah diajukan pemekaran dari Kabupaten Karimun.

“Kita berharap Kepulauan Kundur ini dikembangkan dulu dengan baik, setelah itu kita bicara pemekaran. Jangan sampai dimekarkan, tapi kita nantinya menjadi daerah yang tidak punya sumber PAD (pendapatan asli daerah),” kata Nainggolan, salah satu tokoh masyarakat yang ada di Tanjung Batu.

Sementara itu, Siahaan salah satu tokoh agama, meminta agar DPD RI dapat memfasilitasi pembangunan sarana paribadatan dan pelayanan sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Sampai saat ini kita masih kesulitan dalam pembangunan rumah ibadah dan kita berharap DPD RI membantu dalam upaya menghadirkan yayasan pelayanan sosial kepada masyarakat,” pinta Siahaan.

Menanggapi hal tersebut Richard Pasaribu mengatakan bahwa saat ini Pemerintah masih melakukan moratorium pemekaran provinsi atau kabupaten/kota.

“Kelayakan satu daerah untuk dimekarkan pasti akan dianalisis secara ketat, kalau Kepulauan Kundur belum layak maka sulit dikabulkan. Sementara saat ini pemerintah masih melakukan moratorium pemekaran,” terang Richard.

Sementara terkait kendala pembangunan rumah ibadah dan penyediaan fasilitas pelayanan sosial, Richard Pasaribu mengatakan bahwa Pemerintah harus bertanggung jawab penuh menyelesaikan persoalan tersebut.

“Pemerintah tidak boleh buang badan terhadap persoalan masyarakat, oleh karenanya berbagai masukan dan aspirasi yang telah disampaikan, pasti akan kami teruskan kepada stakeholder terkait,” pungkasnya./Lita(r)

Redaksi

Recent Posts

Saatnya Lebih Aktif! Grand Galaxy Park Hadirkan Ragam Aktivitas Olahraga

Menjalani gaya hidup sehat kini tak lagi sebatas rutinitas berolahraga, tetapi telah menjadi bagian dari…

10 menit ago

Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

Gerakan edukasi kesehatan usus BioMom kini sampai ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program bertajuk…

26 menit ago

Fakta Baru di Sidang Dju Seng, PH Jelaskan Soal Surat BP Batam ke KLHK

BATAM - Sidang perkara Dju Seng pada kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

3 jam ago

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Dju Seng Jelaskan Soal Izin Lahan di Tanjung Gundap Batam

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap…

6 jam ago

KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…

8 jam ago

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

11 jam ago

This website uses cookies.