Mabes Polri Sita Aset Niwen Khairiah di Batam

Terkait Kasus Korupsi dan TPPU

BATAM – swarakepri.com : Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus(Tipideksus) Mabes Polri telah melakukan penyitaan terhadap 12 aset berupa tanah dan bangunan milik tersangka kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU), Niwen Khairiah(38) yang ada di Batam.

Penyitaan tersebut dilakukan setelah Pengadilan Negeri Batam mengeluarkan penetapan sita aset milik Niwen Khairiah nomor 950/Pen.Pid/2014/PN.BTM pada hari Jumat tanggal 22 Oktober 2014 lalu.

Selain mengeluarkan penetapan sita aset milik Niwen, Pengadilan Negeri Batam juga mengeluarkan penetapan sita Nomor 945/Pen.Pid/2014/PN.BTM terhadap benda milik enam orang saksi yakni saksi dari Bank Panin Batam, Bank Mandiri Syariah Batam, Ganda Auto Batam,Hotel GGI Batam, Bank CIMB Niaga Batam dan Rosnendya Wisnu Wardhana.

Humas Pengadilan Negeri Batam, Cahyono mengatakan penetapan sita aset tersebut dikeluarkan PN Batam setelah menerima surat permintaan ijin khusus penyitaan dari Ditipideksus Mabes Polri pada tanggal 16 Oktober 2014 lalu.

“Mabes Polri meminta penetapan terkait aset dab benda yang diduga diperoleh tersangka Niwen Khairiah dari tindak pidana korupsi dan TPPU, gratifikasi dan penyalahgunaan BBM bersubsidi,” kata Cahyono kepada SWARAKEPRI.COM, siang tadi,Senin(27/10/2014) diruang kerjanya.

Diberitakan sebelumnya Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F Sompie menegaskan oknum Pegawai Negeri Sipil(PNS) Pemko Batam bernama Niwen Khairiah(37) selaku tersangka resmi ditahan Mabes Polri pada hari Kamis tanggal 28 Agustus 2014 lalu atas kasus kepemilikan dana triliunan rupiah yang diduga hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU).

“Tersangka seorang perempuan bernama Niwen Khairiah binti Imam Muhtadin. Pelaku kelahiran Belakang Padang 3 September 1976 dan sehari-hari bekerja sebagai PNS di Kota Batam,” kata Sompie ,Jumat (29/8/2014).

Sompie mengatakan tersangka ditangkap dan ditahan setelah Bareskim Polri melakukan pengembangan dan penyelidikan dari informasi awal yang diberikan PPATK.

“Kita selidiki predikat crime-nya. Ketentuan pidana pencucian uang harus dibuktikan adanya tindak kejahatan sebagai sumber penghasilan uang yang “dicuci” tersebut, sering disebut sebagai predikat crime,”jelasnya. (redaksi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

KAI Logistik Kelola 6,8 Juta Ton Angkutan Barang hingga Mei 2026

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung distribusi barang nasional. Melalui…

7 menit ago

Sajiva Residence Apresiasi Dukungan PLN Gunung Putri dalam Mendukung Kesiapan Hunian Subsidi Siap Huni di Citeureup

Sajiva Residence menyampaikan apresiasi kepada PLN UP3 Gunung Putri (Cileungsi) dan PLN ULP Citeureup atas dukungan…

15 menit ago

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan…

16 menit ago

BRI Region 6 Sambut Pekerja Baru Melalui Program Onboarding

Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan…

2 jam ago

Oxygen.id Luncurkan Paket Stream Sport 200Mbps dan Gratis Nonton Piala Dunia

Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…

13 jam ago

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…

13 jam ago

This website uses cookies.