Categories: BISNIS

Mampirlah Mas, Tarif bisa Diatur kata PSK Sintai Menggoda Pria Hidung Belang

BATAM – Maraknya lokasi prostitusi di wilayah Batu Aji dan Sagulung mengakibatkan terjadinya persaingan untuk mendapatkan pelanggan pria hidung belang.

 

Pantauan AMOK Group dilokalisasi Sintai Tanjung Uncang beberapa hari lalu sekitar pukul 22.00 WIB malam, puluhan Pekerja Seks Komersial(PSK) tampak berjejer di depan Bar menawarkan diri kepada pria hidung belang yang melintas.

 

Para wanita malam ini terlihat berupaya menghentikan kendaraan yang melintas di depan bar. Tidak sedikit PSK ini yang berusaha memaksa, bahkan mereka tak segan-segan manarik kunci kontak motor calon pelanggan.

 

“Mampir Mas, tarif bisa di atur dan gaya di tanggung oke deh,” ujar Rini salah seorang PSK asal Indramayu menggoda salah satu pria hidung belang yang melintas.

 

“Ayolah Mas, shortime atau longtime, menginap pun bisa diatur mas , lagi sepi nih pengunjung,” ujar Rini berusaha membujuk pria hidung belang tersebut sambil memamerkan bagian tertentu dari tubuhnya.

 

AD, salah satu pengunjung di lokalisasi sintai mengaku pemandangan seperti ini sudah berlangsung lama. Selain di lokalisasi Sintai, para PSK juga bisa ditemukan di Panti Pijat yang saat ini sudah menjamur di wilayah Batu Aji dan Sagulung.

 

“Sekarang mereka lebih agresif mencari pelanggan,” ujarnya.

 

Menurutnya sepinya pengunjung membuat para PSK ini bekerja keras untuk mencari pelanggan pria hidung belang, ditambah lagi adanya tekanan dari mucikari.

 

“Seluruh biaya kehidupan PSK itu di biayai mucikari, sehingga mau tak mau mereka harus berjuang keras mencari pelanggan,”bebernya.

 

Hal senada juga dikatakan Romeo, warga Perum Marina Point. Dia mengatakan saat ini tidak hanya di lokalisasi Sintai saja ditemukan PSK, tapi hampir seluruh panti pijat, pub, bar, cafe juga menyediakan PSK.

 

Dia mencontohkan seperti bar yang ada di kawasan Marina. Di kawasan tersebut juga disediakan wanita penghibur untuk melayani tamu orang asing atau bule.

 

“PSK asing tentu tarifnya lebih mahal dibanding lokal, namun duit tak masalah bagi pria kantong tebal,” bebernya.

 

Dia berharap Pemko Batam dan aparat penegak hukum segera menertibkan praktek prostitusi yang ada, sehingga tidak mengganggu warga sekitar.

 

“Kami khawatir anak-anak yang baru beranjak dewasa terpengaruh,”pungkasnya.

 

(red/tim)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Setahun KA Ijen Ekspres, Angkut 271 Ribu Penumpang dan Adaptif Terhadap Kebutuhan Pelanggan

Jember, Februari 2026 – Genap satu tahun beroperasi sejak peluncuran perdananya pada 1 Februari 2025,…

1 jam ago

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmen penuh untuk mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi…

3 jam ago

Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam merencanakan…

4 jam ago

Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang…

4 jam ago

Perlindungan Perdagangan Proaktif Perkuat Keberlanjutan Bisnis Krakatau Steel di Tengah Banjir Baja Global

Jakarta, 4 Februari 2026. - Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke…

7 jam ago

Atlet ONIC Sport Raih Prestasi di Ajang Internasional WTT Youth Contender Cappadocia 2026

Atlet tenis meja muda Indonesia dari ONIC Sport, Muhammad Naufal Junindra, berhasil meraih peringkat ketiga…

7 jam ago

This website uses cookies.