Categories: BATAMKEPRI

Mengenal Musim Range, Tradisi Masyarakat Pesisir di Kepri

BATAM – Kepulauan Riau merupakan salah satu daerah yang kaya akan hasil laut. Setiap tahun ada saja hasil laut yang di paneh nelayan dan pelaku usaha yang mencari keuntungan dari hasil laut.

Contohnya saja musim ikan dingkis. Musim rumput laut musim kerang dan masih banyak lagi musim yang berasal dari hasil laut kepulauan Riau.

Biasanya aktivitas nelayan di pengaruhi dengan perubahan cuaca dan iklim. Seperti halnya memanen rumput laut. Lebih produktif saat panas terik. Karena rumput laut yang di ambil dari laut akan di jemur supaya kualitas rumput laut dapat mengering dengan baik layak di jual.

Ada juga musim ikan dingkis. Dimana nelayan akan membuat kelong untuk menangkap ikan dingkis menjelang imlek. Karena harga ikan dingkis melonjak tinggi saat perayaan imlek. Dan perlu di ketahui ikan dingkis hanya bertelur saat perayaan imlek. Sebab itu harga ikan dingkis bisa mencapai 400 ribu – 500 ribu saat imlek.

Hal menarik lain akan di bahas adalah musim rangak atau range. Dimana biota laut ini akan dicari nelayan saat air laut surut jauh dari bibir pantai. Bulan oktober sampai bulan Februari menjadi waktu bagus untuk mencari hasil laut yang satu ini.

Masyarakat Batam, Bintan dan Tanjung Pinang khususnya di wilayah pesisir masih mempunyai tradisi mencari range. Biasanya aktivitas ini dilakukan bersama keluarga, saudara dan teman-teman. Selain mencari untuk lauk pauk atau di Jual. Momen ini juga digunakan untuk silaturahmi dan bersenda gurau saat mengarungi pantai saat air surut lepas.

Di wilayah anambas sendiri range akrab disebut oleh masyarakat setempat dengan sebutan ranggong.

Range sendiri memiliki cita rasa yang sama dengan gong-gong. Namun ukuran range lebih besar dan terdapat jari jari di sekitar cangkangnya. Daging yang lebih tebal membuat lidah lebih peka merasakan gurih dari tekstur daging range.

Biasanya cara mengkonsumsi range sama hal dengan mengkonsumsi gonggong. Yaitu dengan cara di rebus. Namun ternyata masyarakat melayu dan nelayan setempat ada juga mengkomsumsi dengan cara dibakar. Menurut mereka aroma dan rasanya lebih enak saat di bakar.

Ternyata range juga bisa di campur dengan makan lain. Seperti dicampur dengan tumis sayur dengan potongan kecil. dimasak santan. Dimasak sambal. Tentunya sebelum di campur dengan menu lain. Range harus di rebus terlebih dahulu.

Apakah anda pernah mencoba mengkonsumsi range? Bila belum pernah di rekomendasikan untuk mencoba./Tatang

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

11 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

15 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

17 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

17 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

17 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

18 jam ago

This website uses cookies.