Itu artinya narkotika jenis etomidate ini sudah menyasar konsumen langsung (end-user) sehingga potensi peredaran etomidate ke kalangan anak muda menjadi sangat tinggi.
Fenomena etomidate ini semakin kompleks karena sifat zatnya. Etomidate yang merupakan obat anestesi medis masuk narkotika golongan II di Indonesia. Namun dalam praktiknya, etomidate yang dikemas dalam vape terlihat legal dan digunakan tanpa pengawasan medis adalah sangat berbahaya.
Dalam satu kasus persidangan di Batam, pelaku bahkan memperjualbelikan vape etomidate layaknya barang biasa, lengkap dengan transaksi jutaan rupiah dan distribusi antar individu.
Ancaman nyata dari etomidate adalah bentuknya yang tidak terlihat sehingga sulit dibedakan dari vape biasa, tidak berbau mencolok, mudah dibawa dan disembunyikan serta cenderung menarik bagi generasi muda.
Peredaran liquid narkoba etomidate di Batam bukan lagi kasus sporadis. Ia telah berkembang menjadi jaringan lintas negara, distribusi sistematis serta pasar lokal yang mulai terbentuk. Aparat penegak hukum bahkan mengingatkan bahwa ini adalah modus baru yang harus diwaspadai oleh masyarakat.
Dan yang paling mengkhawatirkan, ia menyamar dalam bentuk yang tampak “aman”. Jika tren ini tidak dikendalikan, Batam berpotensi menjadi hub peredaran narkoba jenis baru di Indonesia sekaligus pintu masuk bagi generasi muda menuju ketergantungan yang “tak terlihat”./AB
Page: 1 2
Liburan sekolah menjadi salah satu periode yang dimanfaatkan banyak keluarga untuk berwisata sekaligus menciptakan momen…
PT SUCOFINDO (PERSERO) menginisiasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Literasi Negeri” sebagai…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut mendukung penyelenggaraan BRI Consumer Expo 2026 Goes to…
Siapa bilang dunia perkuliahan hanya berisi teori dan tumpukan tugas? Di era ekonomi digital saat…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperluas akses pembiayaan kendaraan melalui berbagai program yang…
KAI menyesuaikan jadwal LRT Jabodebek jam sibuk pagi mulai Senin 15/6 setelah evaluasi KLB uji…
This website uses cookies.