Randal Kolo Muani dari Prancis mendapat ucapan selamat dari rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Maroko di babak semifinal Piala Dunia, 14 Desember 2022. (Foto: AP)
Pelatih Prancis Didier Deschamps mengatakan skuat asuhannya belum terlalu direpotkan oleh virus yang telah menjangkiti beberapa pemain dalam beberapa hari terakhir. Tim berjuluk Les Blues optimis dapat menyelesaikan laga Piala Dunia mereka di babak final melawan Argentina pada Minggu (18/12).
Bek Prancis Dayot Upamecano, Ibrahima Konate, Raphael Varane, gelandang Adrien Rabiot dan pemain depan Kingsley Coman terinfeksi virus yang diduga merupakan flu unta selama seminggu terakhir, meskipun beberapa di antaranya telah pulih.
“Kami mencoba untuk mengambil tindakan pencegahan maksimum, untuk beradaptasi dan menghadapinya, tanpa berlebihan. Ini jelas sebuah situasi. Jika tidak ada, itu akan lebih baik, tetapi kami mengelolanya sebaik mungkin,” kata Deschamps dalam konferensi pers pada Sabtu (17/12).
Pertarungan di Stadion Lusail, Qatar, akan menjadi final Piala Dunia ketiga Deschamps setelah ia berhasil menggondol trofi turnamen bergengsi itu pada 1998 saat a ia menjadi kapten Les Bleus. Deschamp juga berhasil membawa Tim Ayam Jantan itu meraih gelar juara Piala Dunia pada 2018.
Dia terlihat tenang pada Sabtu meskipun Prancis mendapat tekanan luar saat menghadapi Argentina di mana Lionel Messi berambisi untuk meraih gelar Piala Dunia perdananya.
“Saya tidak khawatir atau stres. Yang penting dalam mempersiapkan pertandingan seperti ini adalah tetap tenang,” ujar Deschamps.
Manajer Prancis Didier Deschamps bersama timnya sebagai bek Maroko Achraf Hakimi (2) bereaksi setelah pertandingan semifinal Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt. (Foto: Yukihito Taguchi-USA TODAY Sports via Reuters)
“Di final Piala Dunia, ada pertandingan, tetapi juga konteksnya yang khusus. Tapi saya tahu bahwa Argentina, dan mungkin beberapa orang Prancis juga, ingin melihat Messi memenangkan gelar,” tukasnya.
Kapten Hugo Lloris mengatakan laga final lebih besar dari hanya sekadar Messi.
“Ajang ini terlalu penting untuk fokus pada satu pemain. Ini adalah final antara dua negara besar,” katanya.
“Ketika Anda menghadapi pemain seperti ini (Messi), Anda harus memperhatikannya, tetapi permainan ini bukan hanya tentang dia,” tambah Lloris.
Prancis telah menunjukkan bahwa mereka dapat beradaptasi dengan tim nasional apa pun, yang bisa menjadi aset besar saat melawan Argentina./VOA
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki…
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengunjungi jajaran Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR…
Di tengah dinamika suku bunga dan nilai tukar yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli rumah,…
Oleh Dr. Manish Shrivastava* Jakarta — Jauh sebelum ada kedutaan besar, kunjungan kenegaraan, atau perjanjian diplomatik, hubungan…
Berbagai aktivitas kemahasiswaan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman nyata. Tidak…
Pertemuan tahunan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di…
This website uses cookies.