REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Komunitas Muslim Inggris kecewa terkait penolakan izin pembangunan Masjid Agung London oleh Dewan Kota Newham Borough. Mereka menganggap keputusan itu tidak adil.
“Kami sangat kecewa. Kami pikir itu tidak adil karena masjid ini merupakan permintaan dari masyarakat lokal dan komunitas muslim,” papar tokoh komunitas muslim Ala Uddin Ahmed seperti dikutip onislam.net, Jumat (7/12).
Menurutnya, ada sekitar 90 ribu muslim di Borough. Karenanya, komunitas muslim butuh masjid berkapasitas lebih besar.
Sayangnya, alasan itu tidak cukup bagi Dewan Kota Newham untuk menjadi pertimbangan guna mengabulkan permohonan izin pembangunan masjid berkapasitas sembilan ribu jamaah tersebut.
Dewan berpendapat masjid itu terlalu besar dan akan menyebabkan kemacetan dan masalah sosial lain.
“Konselor telah membahas ini dengan hati-hati sebelum memutuskan untuk menolaknya,” kata anggota dewan konselor, Conor McAuley, seperti dikutip theindepent.
Muhammad Khan, warga lokal pun menyayangkan keputusan itu. Menurut dia, keberadaan masjid ini akan memberikan manfaat yang besar. Sebab, tidak hanya muslim saja yang akan mengunjungi masjid tetapi juga kalangan non-muslim yang memungkin mencari informasi tentang Islam.
Warga lokal lain, David, mengaku kehadiran masjid agung merupakan bagian dari integrasi. Namun sayang itu tidak didukung.
“Banyak hal yang telah dilakukan komunitas muslim untuk daerah ini,” ucap dia.
Masjid tersebut akan memanfaatkan lahan seluas enam hektare lahan di kawasan Abbey Mills hingga London Markaz. Nantinya, masjid itu dilengkapi tempat shalat untuk laki-laki hingga 7.440 orang dan wanita hingga dua ribu orang.
Senior Manager Corporate & Customer Communication, Gatra Vaganza menyampaikan bahwa penataan ini tidak hanya berfokus…
Harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (5/5) diperkirakan mulai menunjukkan peluang penguatan setelah sebelumnya…
LRT Jabodebek melayani 139.874 pengguna selama libur panjang May Day 1–3 Mei 2026, atau rata-rata…
Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif yang lebih terukur dibandingkan…
Jakarta, 30 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengawali tahun 2026 dengan…
BATAM - Jajaran Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ratusan Warga Negara Asing(WNA)…
This website uses cookies.