Gunung es besar mengapung saat matahari terbit di dekat Kulusuk, Greenland, 16 Agustus 2019. (Foto: AP)
SK – Dari kekeringan, banjir hingga naiknya permukaan laut, biaya kerusakan yang disebabkan oleh perubahan iklim akan menjadi semakin tinggi seiring menghangatnya planet Bumi. Hal itu memicu kekhawatiran, baik dari kalangan pejabat tinggi maupun aktivis, tentang cara membiayainya.
“Kerugian dan kerusakan akibat perubahan iklim bukan kejadian di masa depan. Itu terjadi saat ini di sekitar kita,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam kunjungannya ke Pakistan, yang baru-baru ini diterjang banjir dan mengakibatkan ratusan ribu orang mengungsi dan lebih dari seribu orang meninggal.
“Negara-negara maju harus maju dan memberi Pakistan dan negara lainnya yang ada di garis depan sumber daya keuangan dan teknis yang mereka butuhkan untuk bertahan dari peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir mematikan ini,” ungkapnya.
“Saya mendesak pemerintah semua negara untuk menyelesaikan masalah ini pada COP 27 dengan keseriusan yang layak,” tambah Guterres, merujuk pada KTT Iklim PBB pada November mendatang, yang akan digelar di resor tepi pantai Mesir, Sharm el Sheikh.
Pete Bonds berdiri di tangki persediaan yang menyusut di peternakannya di Saginaw, Texas. pada 1 Agustus 2011. (Foto: AP)
Pakistan dan puluhan negara berkembang lainnya di seluruh dunia kesulitan beradaptasi dengan dampak-dampak perubahan iklim. Banyak di antaranya yang meminta negara-negara kaya penghasil emisi tinggi untuk membantu membayar ongkos penanggulangan dampak perubahan iklim.
Pernyataan Guterres berselang sehari setelah Organisasi Meteorologi Dunia PBB (WMO) memperingatkan bahwa negara-negara kepulauan dan pesisir Afrika – beserta 116 juta penduduk yang tinggal di sana – akan sangat terdampak kenaikan permukaan laut dan akan menghabiskan anggaran sekitar $50 miliar (sekitar Rp741 triliun) pada tahun 2050.
WMO juga mengatakan bahwa kekeringan yang diperparah oleh perubahan iklim selama 50 tahun terakhir di selatan dan wilayah Tanduk Afrika telah merenggut nyawa lebih dari setengah juta orang, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai $70 miliar (sekitar Rp1.038 triliun). Lebih dari 1.000 peristiwa banjir selama kurun waktu tersebut telah merenggut 20.000 jiwa, tambahnya.
Page: 1 2
Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…
Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…
Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…
Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…
Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…
BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…
This website uses cookies.