Categories: BATAMHeadlinesHUKRIM

Noldi Ditetapkan sebagai Tersangka

Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi Pemicu Bentrok Polisi dan TNI di Batam

BATAM – swarakepri.com : Komisaris PT Bintang Abadi Sukses(BAS), Noldi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Perumahan Cipta Asri, Sagulung Batam yang sempat memicu bentrokan antara TNI dan Polri hari Minggu tanggal 21 September 2014 lalu. Selain Noldi, Polda Kepri juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka yakni AAP, BIS, HS dan A.

Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Syahardiyantono mengungkapkan aksi penyelewengan BBM Subsidi yang dilakukan para tersangka sepanjang bulan Februari sampai September 2014 mencapai 867.100 liter dengan keuntungan sebesar Rp 1.994.330.000.

“Dari data yang dieroleh bulan Februari sebanyak 5500 liter, Maret 143.700 liter, April 147.000 liter, Mei 77.500 liter, Juni 75.500 liter, Juli 222.700 liter, Agustus 114.800 liter dan september 67.400 liter,” jelasnya saat menggelar konfresnsi pers di Mapolda Kepri, Senin(13/10/2014).

Syahar juga menjelaskan peran dari para tersangka dalam melakukan penyelewengan BBM bersubsidi tersebut. Tersangka A berperan sebagai pelangsr yang mengambil BBM dari SPBU dan menjual ke tersangka H seharga Rp 7.900 perliter selalu pengelola gudang BBM. Sementara itu tersangka BIS dan AAP berperan sebagai kasir dan bertugas mencatat keluar masuk BBM digudang.

Dari gudang yang dikelola tersangka H, BBM yang dibeli dari para pelansir seharga Rp 7500 per liter kemudian dijual kepada PT Bintang Abadi Sukses(BAS) dimana tersangka Noldi menjabat sebagai Komisaris seharga Rp 8200 per liter. PT BAS yang berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan agen penyalur BBM Non Subsidi.

“Tersangka NC(Noldi,red) bertindak sebagai pemodal dan pembeli BBM bersubsidi dari tersangka H dengan cara transfer via Bank atau Cash. Selain membeli BBM dari H, tersangka NC juga membeli BBM dari T melalui perantara W,” ujar Syahar.

BBM yang dibeli Noldi seharga Rp 8200 per liter tersebut kemudian dijual kebeberapa perusahaan diantaranya PT JP, PT ODI dan PT JRO seharga Rp 9200 per liter.

“Akibat perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 55 dan atau 53 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan atau pasal 3 atau pasal 5 ayat(1) jo pasal 2 ayat(1)huruf z UU 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (red/di)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Mengenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan Manajemen Bisnis di Balik KLTC® Group yang Mendorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

Di tengah maraknya pelatihan yang minim dampak dan kualitas trainer yang belum merata, Puguh Dwi…

15 menit ago

Kesalahan Psikologis yang Sering Dilakukan Trader di Pasar Keuangan

Keberhasilan dalam trading tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih algoritma yang Anda gunakan atau seberapa…

29 menit ago

Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal

Pastikan dokumen kontrak dan visa Anda aman tanpa cacat. Pelajari standar penanganan profesional saat kirim…

46 menit ago

KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA

Bandung (Jawa Barat), 10 April 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2…

1 jam ago

Freeport Indonesia Terus Beperan Sebagai Fondasi Ekonomi Papua

JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus…

6 jam ago

Yudhi Isman: Sebuah Perjalanan dari Indonesia Menuju Panggung Teknologi Global

Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak…

6 jam ago

This website uses cookies.