Categories: NASIONAL

Orang Terpapar Polusi Udara Rentan Terkena ISPA

Sejak pertengahan tahun 2019, Jakarta dan sekitarnya menduduki posisi 10 besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Berdasarkan pantauan dari laman AirVisual.com pada Jumat (13/9/2019), posisi Indonesia turun ke urutan kelima dengan catatan angka 148 berdasarkan AQI (Air Quality Index) atau indeks kualitas udara dengan status udara tidak sehat.

Ketika dilihat pukul 12.00 WIB, peringkat Jakarta pada AirVisual.com setara nilai polutan sebesar 62.8 µg/m³ dengan perimeter PM 2.5, yang termasuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Dengan kualitas udara seperti ini, dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Fathiyah Isbaniah, dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan Jakarta, membenarkan hal tersebut saat dihubungi oleh CNBC Indonesia.

“Bukan sebagai penyebab ISPA, tapi kualitas udara yang kotor dapat mempermudah penyebarannya. Orang yang terpapar polusi rentan terkena ISPA,” ujar Fathiyah.

ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.

Sesuai dengan namanya, ISPA menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik.

Gejala dari infeksi saluran pernapasan akut berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala itu adalah, batuk, bersin, pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, sesak napas, demam, dan sakit kepala, serta nyeri otot.

Namun, Fathiyah menjelaskan ISPA tidak berbahaya. Hal itu disebabkan oleh virus yang menjangkit tidak berbahaya.

“Itu bisa sembuh sendiri, tergantung dari daya tahan tubuh pasien. Kalau daya tubuhnya baik, ya cepat sembuh. Paling tiga sampai sampai hari,” ungkapnya.

Selain itu, ISPA adalah penyakit musiman yang tiap waktu bisa terjadi dan dapat menjangkit orang lain.

“Saya enggak punya data pasti sih, tapi hampir semua orang bisa kena. Paling rentan itu adalah anak-anak dan lansia. Kadang-kadang gejalanya sama kayak influenza gitu,” lanjut Fathiyah.

Ia menyarankan, jika ingin cepat menyembuhkan ISPA, yang pertama harus dilakukan pasien adalah minum air putih yang banyak. Tidak lupa istirahat yang cukup.

“Kalau memang ada tanda-tanda bakteri ya memang harus segera minum obat yang sesuai dengan penyakit. Misalnya pilek ya minum obat pilek, kalau batuk ya minum obat batuk dan lainnya,” imbuhnya.

Terakhir, Fathiyah menyarankan untuk tidak dekat-dekat orang yang sedang flu. Jika terkena flu, pasien harus mengenakan masker supaya tidak menulari orang lain.

“Terus yang pasti harus menjaga daya tahan tubuh imunitas kita, dan jangan lupa makan buah dan sayur,” tukasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini disadur dari https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20190915141138-33-99559/waspada-orang-terpapar-polusi-udara-rentan-terkena-ispa

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

49 menit ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

2 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

2 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

3 jam ago

Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…

3 jam ago

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak…

4 jam ago

This website uses cookies.