Categories: POLITIK

PAD Batam 2016 Tak Capai Target, Begini Pandangan Fraksi PKS

BATAM – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Batam menyoroti Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kota Batam tahun 2016 lalu yang tidak mencapai target.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PKS, Rohaizat saat menyampaikan pandangan terkait Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2016 di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin(10/7).

Ia mengatakan ada beberapa catatan yang diberikan terkait tidak tercapainya target PAD tersebut, yakni dari target awal sebesar Rp 909.226.681.460,69 dan hanya terealisasi sebesar Rp 881.268.969.156,50.

Dijelaskan bahwa dari total tersebut, ada beberapa sumber pendapatan yang tidak mencapai target yakni pajak hotel 97,75 persen, pajak hiburan 96,85 persen, retribusi jasa umum 95,86 persen, retribusi jasa usaha 93,61 persen, retribusi pelayanan pertanahan 93,26 persen, retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum terealisasi sebesar 93,67 persen, retribusi terminal terealisasi sebesar 81 persen.

“Kami mohon penjelasan atas tidak tercapainya target dari masing-masing pos tersebut,” ujar Rohaizat.

Selain pendapatan dari luar pajak dan retribusi, Fraksi PKS juga menyoroti tidak tercapainya target pendapatan dari pendapatan lain yang sah dan ada dua komponen yang tereailisasi di bawah 95 persen yakni, pendapatan jasa pelayanan kesehatan BLUD hanya terealisasi sebesar 94,47 persen, kemudian pendapatan sewa rusunawa terealisasi sebesar 90,18 persen.

“Selanjutnya belanja modal peralatan dan mesin belanja bangunan dan gedung serta belanja lainnya sebesar Rp 568.581.986.569,45 yang hanya terealisasi sebesar Rp 524.463.723.680 atau sebesar 92,24 persen mohon penjelasan penyebab tidak tercapainya target ini,” jelasnya.

Rohaizat juga mengatakan bahwa belanja hibah yang awalnya ditargerkan sebesar Rp 40.628.707.836 hanya terealisasi sebesar Rp 20.050.021.850 atau hanya sebesar 49,35 persen.

“Belanja bansos Rp 4.572.340.000 ternyata hanya terealisasi sebesar Rp 3.750.614 atau sebesar 88,10 persen, maka kami mohon penjelasan dari Pemko Batam atas tidak sampainya dana ke kelompok masyarakat, apakah ada masalah teknis atau masalah substansi,” pungkasnya.

 

 

Penulis : Roni Rumahorbo

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…

44 menit ago

Pengajian Rutin di Jackone Hall, Pekerja BRI Region 6 Perdalam Pemahaman Ibadah

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…

3 jam ago

PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…

3 jam ago

Analisa Pasar FLOQ: Ketegangan Perang Dagang dan Pelemahan Ekonomi AS Dorong Minat Investor ke Bitcoin

Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…

3 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Transformasi, PTPN I Fokus Digitalisasi dan Hilirisasi

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…

3 jam ago

Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…

4 jam ago

This website uses cookies.